Kentalnya Kerukunan Antar Umat Beragama di Kampung Sawah Bekasi
Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo
BEKASI — Di tengah prosesi komuni setelah khotbah dari Pastur Misa pertama menyambut malam Natal di Gereja Katolik Servatius Kampung Sawah, terdengar suara azan dari Masjid Agung Yayasan Fisabilillah (Yasfi) yang hanya berjarak beberapa meter. Namun panggilan beribadah untuk umat muslim tersebut tidak mengganggu suasana khidmat ibadat umat Katolik.

Hal lain terlihat anak muda muslim ikut mengatur lalu lintas, dan tempat parkir di beberapa lahan kosong milik warga atau di halaman depan masjid Yasfi yang ada di sekitar Gereja Katolik di Jalan Raya Kampung Sawah, Kota Bekasi tersebut.
Jadwal Misa di Gereja Katolik Servatius Kampung Sawah, dibagi lima sesi, misa pembuka menyambut Natal dimulai pukul 17.00 WIB dan berakhir pukul 19.00 WIB. Kemudian dilanjut pukul 20.00 sampai selesai.
Keesokan harinya Misa dimulai pukul 06.00 WIB, lalu mulai lagi pukul 09.00 WIB khusus untuk anak-anak untuk mengenalkan lebih dini makna Natal. Lalu kembali dijadwalkan lagi pukul 14.00 WIB.
“Misa Pertama sore tadi ada sekira 3.500 umat Katolik yang mengikuti ibadah atau Misa. Pukul 20.00 WIB jumlah ada 1.500-an umat Katolik yang ibadat,” papar Matius Nalih Ungin wakil dewan Paroki Gereja Servatius Kampung Sawah, kepada Cendana News, Selasa malam tadi (24/12/2019).
Dikatakan Misa Tahun 2019 mengambil tema “Hidup Lah sebagai Sahabat bagi Semua Orang”. Tema tersebut diangkat oleh PGI dan KWI kepada seluruh gereja di tanah air mengikuti keuskupan Agung Jakarta.
“Pesan tersebut paling sederhana, jadi sahabat untuk semua orang melalui kelahiran Isa Al-masih agar menjadi inspirasi melihat orang yang ada di sekitar sebagai sahabat,” ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut dia juga menyinggung soal persaudaraan dan kebersamaan antara agama di wilayah Kampung Sawah. Menurutnya secara umum bagi warga setempat hal itu tidak ada yang istimewa. Kampung sawah secara prinsip tidak ada yang luar biasa karena sudah sehari-hari.
“Biasa saja bagi kami di sini meskipun ada dua gereja besar gereja Katolik dan Gereja Kristen Pasundan ditambah satu masjid Agung Yasfi. Tetap rukun saja dan saling membantu,” tuturnya.
Gema azan, di saat gereja katolik dan GKP tengah ibadat Misa atau lainnya suatu hal biasa dan tidak ada yang merasa terganggu. Kami tetap melanjutkan ibadat, begitupun di masjid Agung tidak ada sesinggungan.
“Kami terus menjaga kebersamaan yang telah ada sejak ratusan tahun silam. Kuncinya apa, ya saling percaya bahwa semua pemimpin agamanya untuk yang terbaik bagi umatnya itu kunci kebersamaan di Kampung Sawah,” ujarnya.
Pantauan Cendana News di Gereja Katolik Dan Gereja Kristen Pasundan di Kampung Sawah peribadatan Misa menyambut malam Natal beelangsung khidmat. Terlihat polisi dibantu pemuda setempat ikut mengatur kelancaran lalu lintas dan parkir. Jemaat Katolik yang mengikuti Misa sampai meluber di bawah tenda yang disediakan panitia.