Genangan Air Mulai Timbul di Sejumlah Kawasan di Jakarta
Editor: Koko Triarko
JAKARTA – Hujan yang mulai menguyur hampir seluruh wilayah Ibu Kota Jakarta dan sekitarnya, mulai menimbulkan banjir di beberapa titik, Selasa (17/12). Namun, Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Pemprov DKI, Juaini, memastikan sejumlah titik di banjir berangsur surut.
“Pas hujan benar ada genangan, sekarang sudah surut,” kata Juaini, di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Selasa (17/12/2019) sore.
Menurutnya, kondisi di sekitar kawasan Gelora Bung Karno tidak terkendala banjir. Juaini tak menampik intensitas hujan sejak Selasa siang hingga sore mengakibatkan genangan dan banjir di berbagai titik. Namun, kondisi tersebut tidak berlangsung lama. “Ketika 20-30 menit sudah surut,” katanya.
Juaini mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan personel dari Dinas SDA DKI Jakarta melalui Satgas SDA Kecamatan, yang secara sigap akan menuju lokasi untuk melakukan penanganan genangan, dengan penyedotan menggunakan pompa serta pembersihan tali-tali air dibantu PPSU Kelurahan.

“Pompa yang telah disiapkan Dinas SDA Provinsi DKI Jakarta sebanyak 122 unit pompa mobile dan 474 unit pompa stasioner yang tersebar di 165 lokasi, dengan total kapasitas 489.01 m4/dt,” jelasnya.
Sementara itu, kegiatan monitoring dan antisipasi kejadian genangan terus dilaksanakan di beberapa titik, seperti di jalan MT. Haryono depan Gedung Film Kecamatan Pancoran, dan Jalan Prof. Dr. Satrio Kecamatan Setiabudi.
Tak hanya itu, tindakan preventif juga dilakukan oleh PPSU DKI Jakarta. Ketika hujan, DKI Jakarta tidak bisa menolak sampah yang datang, tapi PPSU DKI Jakarta siap untuk bergerak cepat untuk beraksi, agar sampah itu tidak menimbulkan kerusakan lebih besar.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI, Subejo, mengatakan penyebab genangan air atau banjir di ruas jalan dan permukiman warga disebabkan intensitas curah hujan tinggi di wilayah DKI Jakarta sekitarnya.
“Penyebab genangan pada 17 Desember 2019 karena intensitas curah hujan yang tinggi, sehingga terjadi titik genangan di wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur,” ujar Subejo, tertulis.
Menurutnya, genangan yang di beberapa ruas jalan dan permukiman sudah ditangani oleh Dinas Sumber Daya Air (SDA), dibantu petugas penanganan prasarana dan sarana umum (PPSU) kelurahan. Pihaknya sudah menyiapkan pompa mobile sebanyak 122 unit dan pompa stasioner 474 unit di 165 lokasi.
Berikut, 19 titik genangan di Jakarta;
Jakarta Selatan:
- Jalan Dr Satrio
- Jalan Sudirman
- Jalan Gatot Soebroto
- Jalan Kapten Tendean (depan Gedung Trans TV)
- Jalan Rasuna Said
- Jalan Denpasar Raya
- Jalan Pasar Kebayoran Lama
Jakarta Pusat :
- Jalan Gerbang Pemuda
- Jalan.Gelora
- Jalan Asia Afrika
- Jalan Pangera Diponegoro
Jakarta Barat:
- Jalan S Parman
- Jalan Tanjung Duren Raya
- Jalan Tubagus Angke
Jakarta Timur
- Jalan Raya Lapangan Tembak, Kelurahan Cibubur, Kecamatan Ciracas
- Jalan Pulomas Raya, Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Pulo Gadung
- Jalan Pemuda Raya, Kelurahan Rawamangun, Kecamatan Pulo Gadung
- Jalan Komodor Halim, Kecamatan Makassar, Kelurahan Halim
- Jalan Bojana Tirta, Kelurahan Pisangan Timur, Kecamatan Pulo Gadung.
Sementara Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta, M Ridwan, mengatakan sebanyak delapan RW di Jakarta Barat terendam banjir akibat diguyur hujan deras.
Menurut Ridwan, banjir paling parah terjadi di RT 002, RW 011 Kelurahan Sukabumi Selatan, Kebon Jeruk dengan ketinggian 100 sentimeter.
“Peyebab curah hujan tinggi,” ucapnya.
Berikut delapan RW yang tergenang;
Kelurahan Rawa Buaya, Cengkareng:
- RT 003 RW 011 tinggi 50 sentimeter.
Kelurahan Sukabumi Selatan, Kebon Jeruk:
- RT 012 RW 001 tinggi 40 sentimeter
- RT 11 RW 002 tinggi 100 sentimeter
- Rt 007 RW 004 tinggi 20 sentimeter
- RW 005 tinggi 75 sentimeter
- RT 003 RW 007 tinggi 25 sentimeter
- RT 003 RW 008 tinggi 45 sentimeter
Kelurahan Kota Bambu Utara, Palmerah
- RT 006 RW 006 tinggi 20-30 sentimeter.