Cuaca Stabil, Produksi Bawang Merah di Solok Menguntungkan

Editor: Makmun Hidayat

SOLOK — Petani bawang yang ada di Sentra Bawang Merah, Alahan Panjang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, di tahun 2019 ini benar-benar menikmati hasil yang menggembirakan. Pasalnya dengan adanya kondisi cuaca yang stabil, membuat petani setempat memperoleh panen yang memuaskan.

Salah seorang petani bawang di Alahan Panjang, Eli, mengatakan, hampir sebagian besar petani yang ada di kawasan Sentra Bawang memperoleh panen yang menggembirakan. Berbeda dengan tahun lalu, rata-rata petani setempat alami kerugian karena ketika itu lagi musim hujan.

“Sepanjang tahun ini bisa dikatakan sangat baik cuacanya, karena untuk bertanam bawang merah ini, tidak boleh terlalu basah, dan tidak bisa juga jika suhu terlalu kering. Kalau itu terjadi, bawang-bawang bakal membusuk,” katanya di Kampung Batu Dalam,  Alahan Panjang, Solok, Senin (9/12/2019).

Ia menyebutkan, dengan adanya kondisi yang demikian, panen pun membaik, maka harga bawang merah pun turut membaik. Seperti hanya kini, untuk harga bawang merah yang telah dijemur kering bisa mencapai Rp20 ribu per kilogram untuk bawang merah super, sementara untuk bawang merah berukuran kecil ditawari harga Rp15 ribu per kilogramnya.

Artinya, dengan harga yang demikian yang dibeli langsung dari petani, tiba di pasar, harga bawang merah bisa mencapai Rp25 ribu hingg Rp30 ribu per kilogram untuk bawang merah super, dan Rp20 ribu –  Rp25 ribu bawang merah ukurang kecil. Bagi petani harga tersebut, telah menguntung para petani, mengingat biaya perawatan dan pupuk untuk berkebun bawang merah terbilang cukup besar.

“Harga segitu, sudah stabil, karena petani bakalan tidak merugi, dan di harga di pasar pun tidak terlalu mahal. Kita berharap, apa yang diperoleh oleh petani bawang di tahun ini bisa kembali dirasakan ditahun mendatang,” harap Eli.

Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Sumatera Barat, Candra, mengatakan, kawasan Sentra Bawang Merah di Alahan Panjang Solok tahun ini memang terbilang bagus. Buktinya harga bawang terlihat stabil, hal ini tentunya kita dorong petani untuk selalu fokus dalam hal menjadi petani bawang merah.

“Untuk produksi bawang merah Kabupaten Solok ini tiap tahunnya itu mencapai puluhan ribu ton. Seperti halnya pada tahun 2019 ini, di Pemerintah Kota Solok sendiri menargetkan produksi bawang merah mencapai 88.395 ton dengan luas kebun diperkirakan 8.769 hektare,” jelasnya.

Menurutnya, daerah Kabupaten Solok memang telah ditetapkan sebagai sentra produksi bawang merah di Sumatera Barat. Hasil produsi bawang di Solok ini, telah turut mengisi pasar komoditi bawang di Pulau Sumatera. Kedepan tentunya untuk peningkatan produksi terus diharapkan, sehingga ditargetkan dapat memutus ketergantungan bawang merah di Sumatera Barat yang selama ini, masih banyak datang dari Pulau Jawa.

Candra menyebutkan, pemerintah akan terus mendorong petani memperluas areal tanam, khususnya di sentra-sentra penghasil bawang terbanyak, yaitu di Kecamatan Lembah Gumanti, Danau Kembar, Gunung Talang, dan Lembang Jaya. Sehingga dapat dikembangkan di daerah lainnya seperti Kecamatan Pantai Cermin, Payung Sekaki, dan Hiliran Gumanti.

Lihat juga...