Sebelum Berlaga di Malaysia, Claresta Amantha Kantongi Modal Berharga
JAKARTA – Atlet berkuda muda Indonesia, Claresta Amantha, mendapatkan modal berharga sebelum turun di kejuaraan internasional. Akhir November Claresta tampil di Ipoh Malaysia, setelah tampil apik di kejuaraan Equinara Pulomas 2019.
Pada kejuaraan yang berlangsung di Equestarian Park Pulo Gadung Jakarta Timur, atlet berusia 15 tahun tersebut mampu menjadi yang terbaik kedua dan ketiga pada dua kelas tunggang serasi (preeliminary junior) yang diikutinya.
Hasil di lokasi kejuaraan yang dulunya untuk Asian Games 2018, atlet asal Sumatera Barat itu mengaku tidak seberapa puas. Persiapan yang dilakukan sebelum kejuaraan cukup matang. “Saya sempat kehilangan fokus saat mengendalikan Amanda (nama kuda). Jadi saya banyak kehilangan poin yang cukup penting,” kata Claresta Amantha.
Dampak dari kurang fokus tersebut, Claresta harus kehilangan posisi pertama yang diincarnya. Untuk posisi pertama direbut oleh atlet dari Pandesa Riding School, Gwennia Wibisono. Claresta Amantha bisa dikatakan sebagai salah satu atlet muda potensial Indonesia. Beberapa prestasi sudah ditorehkan termasuk saat berlaga di Malaysia Exchange Program.
Sementara itu, kejuaraan Equinara Pulomas 2019 bakal berlangsung hingga Minggu (24/11/2019). Ada 407 peserta dan 120 kuda dari berbagai stable yang ada di Pulau Jawa. Ada 12 kelas dressage atau tunggang serasi yang dilombakan. Hadiah total yang diperebutkan mencapai ratusan juta rupiah. “Ke depan even ini akan melibatkan atlet-atlet dari luar negeri. Apalagi kejuaraan di sini berlangsung hampir tiap bulan,” kata Event Secretary, Saskya.
Equinara Pulomas 2019 merupakan kejuaraan yang dulunya bernama Menpora Cup. Kejuaraan ini juga dijadikan ajang pertemuan atlet berkuda nasional seperti, Ferry Sutoyo, Adri Sutoyo, Marco Wowiling, Dirga Wira Ramadan Sahputra, dan Yanyan Hadiansah. (Ant)