Pemuda Mandeh-Painan Dilatih Memandu Wisata ‘Snorkeling’

Editor: Makmun Hidayat

PESISIR SELATAN — Pemuda di kawasan Mandeh dan Painan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, mendapatkan pelatihan pemandu wisata snorkeling (selam dangkal) Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga setempat. Pelatihan ini dilaksanakan selama 4 hari sejak Senin (25/11) hingga Kamis (28/11) di kawasan Mandeh.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Pesisir Selatan, Hadi Susilo, di ruang kerjanya. -Foto: Ist

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Pesisir Selatan, Hadi Susilo, mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan dengan alasan, kawasan Pesisir Selatan yang memiliki potensi pariwisata yang cukup besar, salah satunya wisata bawah laut yang indah. Bahkan di kawasan Mandeh dan Pantai Cerocok Painan memiliki banyak lokasi snorkeling yang cukup indah yaitu Pulau Cubadak, Sironjong Ketek,Pulau Marak dan beberapa lokasi lainnya.

Ia menyebutkan, latihan sebagai pemandu wisata adalah bagian upaya preventif untuk meningkatkan kepedulian para wisatawan agar tetap menjaga kelestarian alam yang ada di sekitarnya. Sehingga menambah keindahan dan terumbu akan tetap lestari serta tidak cepat rusak dari tangan-tangan jahil wisatawan yang tidak bertanggung jawab

“Ada 20 orang pemuda yang kita libatkan. Tujuan pelatihan ini agar pemuda kawasan Mandeh dan kawasan Cerocok Painan memiliki kemampuan menjadi pemandu yang andal sehingga mampu menjadi pemandu yang andal dan profesional, pemenuhan kebutuhan akan pemandu wisata,” ujarnya, Selasa (26/11/2019).

Dijelaskannya pelatihan bagi pelaku utama dilatar belakangi tujuan bersama untuk bisa mencegah, melindungi sekaligus meminimalisir adanya kerusakan terumbu karang di kawasan obyek wisata. Pada umumnya warga yang mengikuti pelatihan adalah mereka yang sudah sering mendampingi wisatawan untuk menyelam (snorkeling) guna melihat terumbu karang yang ada di dasar laut.

“Dengan mengetahui teknik snorkeling yang baik, katanya, akan mampu meminimalisir terjadinya kerusakan terumbu karang di dasar laut. Profesi pemandu wisata, khususnya dalam hal snorkeling juga akan turut berkembang tanpa diiringi kerusakan terumbu karang,” ujarnya

Materi yang disampaikan dalam pelatihan guide antara lain meliputi fungsi dan peranan terumbu karang, standar operasional prosedur (SOP) snorkeling, SOP pemandu wisata, adab pemandu wisata, mind setting pemandu wisata, tips menjadi pemandu wisata yang baik, teknis dasar intepretasi dan sapta pesona. Teknik penyampaian materinya menggunakan metode ceramah, tanya jawab, diskusi dan metode latihan atau praktek langsung di lapangan.

“Nantinya para pemandu snorkeling ini untuk bisa digunakan oleh mereka sebagai pemandu wisata bawah air (underwater) atau menjadi pelatih bagi masyarakat lainnya, mereka dilatih oleh instruktur yang berpengalaman” ucapnya.

Hadi Susilo menjelaskan untuk di kawasan wisata Mandeh ini,  terdapat ikan yang  indah dan banyak, untuk itu penting ada pemandu wisata yang bergerak untuk menyelam. Karena ada berbagai jenis ikan, biota laut, dan ada spot kapal Belanda yang karam bisa dinikmati.

Dikatakannya lagi, setidaknya ada delapan titik yang dapat diselami di kawasan wisata Mandeh. Salah satu yang paling favorit adalah bangkai kapal Bulungan yang tenggelam tahun 1942 silam. Kapal tersebut berada di kedalaman 27 meter dengan panjang 70 meter dan tinggi 17 meter. Di titik tersebut para penyelam dapat menikmati eksotisme bangkai kapal disertai dengan beragam jenis ikan yang berlalu-lalang.

Selain di lokasi tersebut, ada tujuh titik lainnya yang bisa diselami penyelam. Diantaranya yakni Pulau Seronjong Kecil, Seronjong Besar, Pulau Cubadak, Pulau Pagang, Pulau Ular, Pulau Mara dan Pulau Nyamuk.

“Pemkab Pesisir Selatan berharap, dengan adanya potensi keindahan bawah laut yang begitu menakjubkan, kepada pemandu nantinya benar-benar memberikan pemdampingan yang baik, di saat nanti ada wisatawan yang ingin menyelam di Mandeh,” harapnya.

Lihat juga...