Pabrik Pengolahan Tepung Tapioka di Cilongok Segera Beroperasi
Editor: Makmun Hidayat
BANYUMAS — Pabrik pengolahan tepung tapioka yang didirikan Yayasan Damandiri di Desa Cilongok, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas sudah hampir selesai dan dalam waktu dekat siap beroperasi. Pabrik tersebut siap untuk memproduksi tepung tapioka satu ton per hari.

Kepala Produksi Pabrik Komunal, Tri Riyanto mengatakan, seluruh peralatan dan mesin untuk memproduksi tepung tapioka sudah datang dan saat ini tinggal finishing bangunan. Antara lain mesin pengupas singkong, mesin pemarutan dan pengayakan, oven pengeringan serta penepungan.
“Pertama singkong dimasukan dalam mesin pengupasan, daya tampung mesin ini sampai satu ton singkong. Keluar dari mesin, singkong sudah dikupas dan bersih, lalu tinggal masuk ke mesin pemarutan,” terang Tri Riyanto, Senin (25/11/2019).
Mesin pemarutan menyampung dengan proses pengayakan, sehingga parutan singkong langsung diayak dan masuk dalam bak-bak penampungan. Ada empat bak penampungan yang berukuran masing-masing 2 x 2 meter.
Bak penampungan parutan singkong ini, juga berfungsi sebagai tempat pengendapan. Parutan singkong akan diendapkan minimal satu malam, setelah itu dijemur pada keesokan harinya.
Jika masuk musim hujan, maka pengeringan dilakukan dalam oven. Ada dua mesin oven besar dengan kapasitas masing-masing 500 kilogram. Setelah melalui proses penjemuran atau dikeringkan dengan oven, masih ada satu proses lagi, yaitu dimasukan dalam mesin penepungan. Mesin ini berfungsi untuk melembutkan tepung yang dihasilkan.
“Kita sudah mengikuti pelatihan dan rendemen singkong itu sekitar 30 persen. Sehingga dari satu ton singkong akan dihasilkan tepung tapioka sekitar 300 kilogram lebih. Untuk awal produksi kita mengolah satu hari satu ton singkong, tetapi selanjutnya terget kita satu hari satu ton tepung tapioka, karena dari pihak PT Saudara yang akan membeli hasil produk kita, mentargetkan satu bukan 30 ton,” kata Tri Riyanto.

Produksi tepung tapioka ini, nantinya akan banyak menyerap singkong dari para petani di Cilongok. Jika produksi sudah maksimal, maka kebutuhan singkong bisa mencapai 3 ton per hari. Hanya saja, saat ini sebagian besar tanaman singkong yang ada di Cilongok merupakan singkong konsumsi dan bukan singkong untuk diolah menjadi tepung tapioka.
Tri menjelaskan, singkong yang bagus untuk diolah menjadi tepung tapioka yaitu ukuran singkong besar, kondisi kulit singkong bagus dan jika bagian singkong digigit akan mengeluarkan air, namun rasanya tidak pahit.
“Untuk memenuhi bahan baku singkong yang kita butuhkan, pihak Yayasan Damandiri juga akan memberikan bantuan bibit singkong yang bagus, yaitu jenis singkong taun. Nantinya bibit singkong ini akan diberikan kepada para petani dan sebagian kemungkinan akan ditanam di lahan sekitar pabrik,” pungkasnya.