Masjid Unik di Buleleng Ini Tak Pernah Endapkan Kas
Editor: Makmun Hidayat
JAKARTA — Ada yang menarik dari Masjid Nurul Falah Desa Patas, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali. Masjid ini tidak mengenal namanya dana kas mengendap apalagi sampai berjumlah fantastis ratusan juta. Padahal dalam sebulan masjid tersebut, mampu mengumpulkan dana mencapai Rp10 juta dari infak kotak amal.
“Dana umat di masjid Nurul Falah, Desa Patas, Gerokgak, Buleleng, tidak pernah mengendap langsung disalurkan kepada umat yang membutuhkan,” ujar Baidawi, Ketua Takmir Masjid Nurul Falah, usai menerima anugerah Fastabiqul Khairat dari Yayasan Amalbakti Muslim Pancasila (YAMP), di gedung Granadi, Jakarta, Kamis sore (28/11/2019).
Menurutnya masyarakat memberi infak tujuannya untuk disalurkan bukan untuk diendapkan. Baidawi mengaku, paling dana yang disisakan untuk keperluan biaya listrik dan air selebihnya tidak ada.
Masjid Nurul Falah, terus memberi manfaat bagi kebaikan umat. Sehingga Setiap ada permasalahan ditengah umat maka akan ditawarkan bantuan terkadang pengurus masjid memberi informasi ke jemaah lain siapa yang mau membantu ada umat kesusahan.
“Seperti ada jemaah yang tidaj mampu sementara ada anaknya yang sudah wajib di khitan karena keterbatasan biaya. Maka pengurus masjid akan memberi bantuan dengan melempar ke jemaah lain yang memiliki biaya dan ingin membantu,”paparnya.
Hal lain imbuhnya, takmir terus menyusuri ekonomi umat dulu agar tahu kebutuhan merela apa masalahnya dimana maka akan dibantu sehingga mereka memiliki rasa ketergantungan kepada masjid dan secara tidak langsung rajin ke masjid.
“Mungkin itu cara pendekatan kepada umat, sehingga keberadaan masjid Al Falah di Desa Patas memberi dampak positif bagi umat sekitarnya,” ujar Baidawi.
Takmir terus melakukan pembinaan dalam pengembangan dakwah melalui prinsip bagaimana masjid makmur, jemaahnya ikut makmur dengan memberikan bantuan lunak.
“Seperti musim ikan, ada nelayan tidak bisa berlayar karena keuangan. Maka masjid akan memodali. Dan dananya jika mampu dikembalikan jika tidak pun ga apa,” ujarnya.
Pastinya imbuh Baidawi, katergori umat yang dibantu adalah orang miskin. Saat ini Masjid Alfalah Buleleng, tengah melakukan pengembangan tambak Bandeng yang dikelola umat diatas lahan wakaf seluas dua hektar.
Masjid Nurul Falah menjadi pemenang kedua penerima anugerah fastabiqul khairat dari Yayasan Amalbakti Muslim Pancasila (YAMP). Sedangkan pemenang pertama anugerah YAMP adalah Masjid Al-Muhajirin (Banjarmasin, Kalimantan Selatan), juara ketiga Masjid Nurul Iman (Kompleks Batamindo, Batam, Kepulauan Riau),
Kemudian disusul penerima anugerah kategori baik yakni Masjid Daarul Arqom (Ciputat, Tangerang Selatan, Banten), Al-Falahul Assakir (Campaka, Cianjur, Jawa Barat), An-Nur (Kabayoran Lama, Jakarta Selatan, DKI Jakarta), Baitur Rahman (Tulungagung, JawaTimur), dan Al-Furqan (Kampus Unsiq, Wonosobo, Jawa Tengah).
Ketua penyelenggara Anugerah Fastabiqul Khairat, Marsono, mengatakan, anugerah ini akan menjadi sunah (tradisi) yang direncanakan berlangsung setiap tahun. Manfaatnya untuk memotivasi para pengelola masjid agar lebih optimal mengelola dan memakmurkannya.
“Intinya, bukan anugerah yang harus dikejar, melainkan fastabiqul khairat-nya yang menjadi tujuan akhir dengan harapan mendapat rida Allah Swt. Itulah sebabnya anugerah ini kami namakan Anugerah Fastabiqul Khairat 999 Masjid YAMP,” paparnya.