Desa Wisata Koja Doi – NTT Mulai Ramai Dikunjungi

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Sejak berhasil meraih penghargaan kategori Green dari kementerian pariwisata dalam lomba Indonesia Sustainable Touris Award (ISTA) 2019, Desa Wisata Koja Doi di Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, mulai ramai disambangi wisatawan asing.

“Memang sejak meraih penghargaan dan banyak diberitakan dan dipromosi oleh media, banyak wisatawan yang mulai berkunjung ke desa wisata Koja Doi,” kata Yance Moa, pembina Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Monianse, desa Koja Doi, kecamatan Alok, kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Minggu (3/11/2019).

Yance yang juga pembina Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Monianse Koja Doi ini, menyebutkan, pihaknya sangat berterima kasih berkat gencarnya pemberitaan mengenai desa wisata Koja Doi.

Menurutnya, peran media sangat besar dalam mempromosikan dan membuat desa wisata Koja Doi makin banyak dikenal orang, dan membuat wisatawan penasaran dan datang ke tempat mereka.

Hanawi, Kepala Desa Koja Doi, Alok Timur, Sikka, ditemui pada Minggu (3/11/2019). -Foto: Ebed de Rosary

“Untuk mempromosikan desa Koja Doi, kami juga akan membuat Festival Bahari Koja Doi pada 28 November 2019. Berbagai atraksi budaya juga ditampilkan saat festival,” ungkapnya.

Dalam festival ini, jelas Yance, akan ditampilkan parade sarana transportasi dalam hal ini perahu lokal. Juga ada lomba seni mendayung sampan, Wangka- Wangka, kuliner lokal, foto bawah laut serta lomba renang.

Selain itu, ada juga parade Sawara dan tenun, pentas seni budaya serta seminar desa wisata yang akan digelar di desa Koja Doi, dengan narasumber yang berkompeten.

“Dalam festival ini juga akan dilakukan atraksi transplantasi terumbu karang, agar masyarakat terutama wisatawan pun dilibatkan untuk menjaga kelestarian lingkungan dan ekosistem laut,” jelasnya.

Hanawi, Kepala Desa Koja Doi mengatakan, hampir setiap hari ada beberapa orang wisatawan asing yang berkunjung untuk menikmati panorama wisata bahari, seni budaya dan wisata alam.

Menurut dia, dahulu Koja Doi hanya dikenal lewat destinasi wisata jembatan batunya dan bukit batu purba. Banyak wisatawan hanya datang melihat dua obyek wisata ini dan kembali ke Maumere.

“Sekarang kami sudah kembangkan lagi dengan tracking ke padang rumput, camping di pesisir pantai dan padang savana serta menikmati sunset dan sunrise. Ada juga melihat panorama bawah laut menggunakan kapal glass buttom boat,” jelasnya.

Pemerintah desa, kata Hanawi, setiap tahun menganggarkan dana untuk memperbaiki dan menata destinasi wisata serta mengikuti berbagai pameran di kabupaten.

Selain itu, kuliner lokal, tenun dan pembuatan sovenir pun digalakan agar masyarakat bisa mendapatkan keuntungan dari datangnya wisatawan ke desanya.

“Kami menjual paket wisata Rp400 ribu per orang untuk trip wisata selama dua hari, termasuk antar-jemput ke pulau Koja Doi dan lainnya. Wisatawan juga bisa memilih menginap di homestay atau tenda camping,” jelasnya.

Lihat juga...