Rencana Pengembangan Ekraf di Balikapan Sedang Disusun
Editor: Koko Triarko
BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan tengah menyusun perencanaan jangka menengah dan panjang untuk pengembangan ekonomi kreatif, menyusul Badan Ekraf yang telah menetapkan pengembang dan permainan.
Untuk menyusun perencanaan tersebut, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan Kota Balikpapan, tengah mencari masukan dari sejumlah Perguruan Tinggi.
Kepala Bappeda Litbang, Agus Budi Prasetyo, menjelaskan, yang sudah dilakukan saat ini adalah melakukan penyuluhan kepada pelaku usaha ekonomi kreatif, bersama Forum Ekonomi Kreatif dan Dekranasda maupun dinas terkait.
“Ada yang sudah dilakukan oleh komunitas. Itu terus lakukan pembinaan. Kemarin waktu sudah ditetapkan oleh Bekraf, kita sudah ketemu dengan forum ekonomi kreatif antara pemerintah kota, ini sejalan dengan smart city,” terangnya, saat dijumpai di ruang kerjanya, Selasa (15/10/2019).
Beberapa langkah yang akan dilakukan sebelum penyusunan perencanaan 2020, adalah melakukan roadshow ke sejumlah perguruan tinggi di Balikpapan.
“Ibu Arita sebagai Ketua Dekranasda mengajak kami melakukan road show ke perguruan tinggi, mencari masukan berbagai pihak yang punya minat aplikasi game atau pun ekraf. Kita ingin menerima masukan mereka, apa yang diperlukan untuk aplikasi dan game di Balikpapan,” kata Agus Budi.
Ia menambahkan, komunikasi juga telah dilakukan dengan Institut Teknologi Kalimantan (ITK) dan Poltekba, dan roadshow dilakukan sejak minggu ketiga September.
Budi memaparkan isi dari perencanaan yang akan disusun itu yaitu menggali dari pengembang dan permainan untuk jangka menengah dan panjang. Tetapi, nantinya yang akan digali bukan sektor tersebut, namun 16 subsektor juga digali dari ekraf.
“Isi dari masterplan karena sudah ditetapkan aplikasi dan game, jadi itu yang akan kita gali untuk menengah dan panjang. Tapi ekonomi kreatif lainnya juga kita lirik, dari 16 subsektor lainnya,” sebut Agus Budi.
Alasan perencanaan jangka panjang untuk ekraf tersebut, kata Budi, dilakukan untuk menentukan kebijakan ke depan dan mencari sumber ekonomi lainnya, mengingat Balikpapan tidak mengandalkan lagi pertambangan batu bara.