Penanaman Bergilir, Petani Rajabasa Peroleh Hasil Maksimal di Musim Gadu
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
LAMPUNG — Lahan sawah yang kering saat kemarau atau musim gadu masih bisa dimanfaatkan untuk tanaman hortikultura. Di Desa Hargo Pancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan (Lamsel) petani menerapkan penanaman bergilir untuk hasil maksimal. Jenis sayuran ditanam memanfaatkan minimnya pasokan air kala musim gadu.
Waginah, petani setempat menyebutkan, pada lahan seluas setengah hektare di tepi jalan lingkar pesisir Rajabasa, menanam beragam sayuran. Meliputi kacang panjang, kacang tunggak, bayam raja atau bayam petik, bayam cabut, kangkung, bayam merah, kemangi, seledri, sawi dan tomat.
“Sebagian besar sayuran ditanam secara bergilir agar bisa dipanen tiga kali dalam sepekan,” ungkap Waginah saat ditemui Cendana News tengah mempersiapkan benih bayam di lahan miliknya, Senin pagi (14/10/2019).
Sebagian besar sayuran menurut Waginah rata rata bisa dipanen saat memasuki usia satu bulan. Jenis tanaman bayam cabut bahkan bisa dipanen ketika memasuki usia 25 hari setelah tanam (HST).
Waginah menyebut dengan pola penerapan tanam bergilir, ia memilih sayuran sekali panen dan beberapa kali panen.
Sayuran sekali panen yang ditanam meliputi bayam merah, bayam cabut, kangkung, sawi. Jenis sayuran itu bisa dipanen dalam jangka 25 hari. Jenis sayuran yang bisa dipetik berkali kali meliputi kacang panjang, bayam raja, kacang tunggak dan kemangi.
“Tumpang sari dan penanaman berbagai jenis sayuran bergilir saya lakukan agar dalam sepekan bisa panen mengikuti hari pasaran,” ungkap Waginah.
Proses penyiraman dengan sistem kocor dilakukan pada pagi hari oleh Waginah. Penyiraman pagi hari sekaligus menghindari embun yang kerap merusak tanaman. Saat pagi hari juga ia menyebut hama jenis lalat, ulat grayak dan belalang kerap hinggap. Penyiraman sekaligus menjadi cara agar bisa memininalisir hama pengganggu pada sayuran miliknya.

Hasanah, salah satu kerabat Waginah yang berjualan sayuran menyebut jenis sayuran segar organik paling diminati. Pelanggan yang membeli sayuran merupakan pemilik warung kuliner pecel dan warung makan.Meliputi daun kacang tunggak, bayam, kacang panjang dan kemangi.
“Sayuran dikirim subuh sehingga pagi hari sudah bisa dijual dalam kondisi segar,” ungkap Hasanah.
Berbagai jenis sayuran segar sangat diminati selama kemarau. Sebab menjadi sumber gizi yang baik untuk menjaga stamina saat cuaca panas.