Desa Cerdas Mandiri Lestari Tamanmartani Rintis Wisata Kampung Buah
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
YOGYAKARTA – Sejak dicanangkan sebagai Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML) tahun 2017 lalu, masyarakat di Desa Tamanmartani, Kalasan, Sleman, tak henti melakukan berbagai inovasi untuk memajukan desa mereka. Salah satu potensi lokal yang terus dimaksimalkan adalah di sektor pariwisata.
Menindaklanjuti program pemberdayaan yang telah dilakukan Yayasan Damandiri, seperti pembentukan kampung homestay dan warung cafe rakyat, kini sejumlah warga pun mulai merintis spot-spot wisata baru di sejumlah dusun. Salah satunya, wisata edukasi kampung buah di Dusun Karangmojo.
Salah seorang tokoh masyarakat Dusun Karangmojo, Seto Legowo, mengaku, mulai menyiapkan kampung wisata agro di 4 wilayah RT sejak sekitar 3 tahun lalu. Hal ini dilakukan karena melihat perkembangan pariwisata Dusun Karangmojo yang terus bergeliat seiring adanya program Desa Cerdas Mandiri Lestari dari Yayasan Damandiri.
“Sejak adanya program homestay dan warung cafe dari Yayasan Damandiri, kampung ini menjadi lebih ramai. Banyak wisatawan luar daerah datang ke sini. Dari situ kita berpikir bagaimana membuat spot wisata alternatif yang bisa bersinergi. Apalagi Pemerintah Desa juga sudah mencanangkan Tamanmartani ini sebagai rintisan desa wisata,” katanya, Kamis (3/10/2019).
Dimulai di satu wilayah RT yakni RT 04, Seto mengaku, aktif mengajak masyarakat untuk menanam berbagai macam jenis buah-buahan di pekarangan rumah masing-masing maupun di sekitar lingkungan kampung. Bibit buah tersebut mereka dapatkan dengan cara swadaya baik membeli atau mencangkok sendiri.

“Saat ini sudah ada 137 macam jenis buah yang kita tanam. Sebagian juga sudah berbuah. Target kita nanti akan bisa mencapai 200 macam jenis buah,” ungkapnya.
Melalui upaya itu, diharapkan nantinya akan semakin banyak wisatawan baik lokal maupun wisatawan luar daerah yang berkunjung ke Tamanmartani. Bersinergi dengan program Yayasan Damandiri, diharapkan pemberdayaan di bidang pariwisata ini akan mampu meningkatkan pendapatan warga dusun. Sehingga kesejahteraan masyarakat pun akan semakin meningkat.
“Tujuan kita sederhana, agar masyarakat bisa punya penghasilan tambahan dari hasil menjual buah atau pun bibit yang ditanam. Sehingga kesejahteraan masyarakat semakin meningkat. Minimal lingkungan menjadi lebih bersih dan hijau. Kebutuhan buah masyarakat juga terpenuhi karena bisa dikonsumsi sendiri,” katanya.