Buta 20 Tahun, Tobias Muut Perlu Bantuan Pengobatan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Seorang warga dusun Gehak Reta, desa Koting D, kecamatan Koting, kabupaten Sikka, NTT yang mengalami kebutaan selama 20 tahun dan membutuhkan bantuan, akhirnya mendapatkan perhatian setelah diberitakan Cendana News.

Tobias Muut (70) akhirnya dikunjungi Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek), Nelle Ipda Putu Sumadi, SH bersama Kanit Binmas Aipda M Padaving, Bhabinkamtibmas desa Koting D, Brigpol Leo Manyus Fiki, Kapospol Koting, Bripka Kadek Budianto dan angggota Bhabinkamtibmas, Bripka Simson Pitang,

“Dalam kunjungan ke rumah bapak Tobias, diberikan bantuan ala kadarnya berupa beras 15 kilogram dan satu dos mie instan. Semoga bantuan ala kadarnya ini, bisa meringankan beban penderitaan korban,” kata Kapolres Sikka, AKBP Rickon PM Situmorang, SIK, Jumat (25/10/2019).

Dikatakan Rickson, rumah Tobias di desa Koting D ternyata bersebelahan dengan rumah kepala desa.Pihaknya pun langsung mendatangi kantor desa untuk menggali informasi.

“Kapolsek Nelle telah mengkonfirmasikan kartu BPJS Kesehatan milik Tobias dan kepala desa mengatakan kartu tersebut sedang dalam proses pembuatan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa diperoleh,” ungkapnya.

Rikcon menambahkan, dirinya pun telah meminta agar Kapolsek Nelle  mengawal pembuatan kartu BPJS yang bersangkutan. Dengan memiliki kartu tersebut maka bapak Tobias bisa berobat ke rumah sakit.

“Kepala desa mengatakan, bapak Tobias sudah mendapatkan bantuan uang lansia dari Dana Desa pada tahun 2017. Selain itu tahun 2018 mendapat bantuan perbaikan MCK dan tahun 2019 dapat bantuan penutupan bak air,” terangnya.

Tobias Muut saat ditanyai Cendana News di rumahnya mengatakan, matanya terkena serangga sejak sekitar 20 tahun lalu dan mengalami kebutaan. Sejak saat itu dirinya tidak bisa melaksanakan aktivitas sehari-hari termasuk bertani.

“Sejak mata saya buta saya hanya tidur-tiduran saja di bale-bale. Untuk makan, anak saya yang menyiapkannya. Saya tidur di bale-bale bambu di belakang rumah sendirian,” ungkapnya.

Tobias mengaku memiliki 3 orang anak dimana seorang anak tinggal di Sorong Papua, seorang lagi menetap di Jakarta dan satunya tinggal bersama dirinya. Sang istri di rumahnya di bagian depan.

“Selama ini saya belum mendapatkan bantuan pengobatan dari pemerintah. Saya juga tidak mendapatkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) sehingga tidak bisa berobat karena tidak memiliki dana,” jelasnya.

Tobias mengaku dirinya memiliki keinginan agar bisa melihat lagi, kalau ada pihak lain yang membantu biaya operasi matanya yang mengalami kebutaan.

Dirinya berharap agar ada pihak yang membantunya, apabila dirinya bisa sembuh setelah dioperasi atau mendapatkan pengobatan agar tidak terlalu menderita.

Lihat juga...