PAIR Siap Berikan Jasa Industri dan Lingkungan Berdaya Saing Tinggi

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) yang dimilliki Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) memiliki fungsi, salah satunya adalah melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang industri dan lingkungan.

Intinya adalah menghadirkan layanan jasa berbasis pengembangan teknologi nuklir yang berdaya saing tinggi serta bermanfaat bagi masyarakat dan pemerintah.

Kepala Bidang Industri dan Lingkungan, Dr. Roziq Himawan, M. Eng, memaparkan, secara umum bidang yang dipimpinnya memiliki dua bagian besar. Yaitu industri dan lingkungan.

“Bidang Industri dan Lingkungan memiliki fungsi untuk mengkoordinasikan penelitian dan pengembangan di bidang industri dan lingkungan serta aplikasinya,” kata Roziq saat ditemui di Ruang Muda PAIR Batan Pasar Jumat, Jakarta, Senin (30/9/2019).

Ia memisalkan, untuk layanan bidang lingkungan ada jasa panas bumi, yang biasanya dimanfaatkan oleh para pelaku industri untuk melakukan analisa atas ketersediaan minyak bumi atau gas.

“Untuk bidang industri, aplikasi lainnya yang juga bisa langsung dirasakan manfaatnya bagi masyarakat adalah teknologi radiasi sinar gamma dan sinar x,” ucapnya.

Atau layanan lainnya yang juga bisa langsung dimanfaatkan oleh masyarakat yaitu layanan hidrologi.

“Pada layanan hidrologi kita menggunakan teknologi nuklir untuk menelusuri aliran air dan air bawah tanah dalam rangka mengetahui kondisi air tanah,” ujar Roziq.

Misalnya, untuk mengetahui instrusi air laut pada area Jakarta atau mengetahui kualitas air di Bandung. “Jadi kita bisa memantau reservoir air di suatu daerah. Apakah masih mencukupi atau tidak,” papar Roziq.

Salah satu yang menjadi menjadi terobosan baru adalah di bidang sedimentasi, dimana PAIR Batan bekerja sama dengan IAEA untuk melakukan analisa terkait suhu laut berdasarkan analisa pada terumbu karang.

“Caranya adalah kita mengambil sample dari terumbu karang dari dasar laut dengan cara di-corring dan menganalisanya dengan menggunakan isotop stabil yang ada pada sample yang sudah kita ambil. Perangkat yang kita gunakan adalah Multi Channel Analyzer,” papar Roziq.

Dengan menganalisa hasil sample ini, maka akan terlihat siklus dari suhu air laut.

“Patokannya menggunakan hasil analisa para peneliti, dengan membaca kandungan isotop sekian itu mengindikasikan suhu berapa,” ujar Roziq.

Roziq menyebutkan pada periode kerja sama yang sudah berlangsung selama sekitar tiga tahun ini, Batan menerima pinjaman perangkat analisa dari IAEA.

Lihat juga...