Posyandu Miliki Peran Penting Jaga Kesehatan Lansia

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

LAMPUNG — Menjaga produktivitas lanjut usia memiliki peran penting untuk mengurangi angka kesakitan pada lansia. Beberapa kegiatan yang dapat menjaga kesehatannya yakni pendampingan, kegiatan olahraga serta pemeriksaan kesehatan.

Syaiful Anwar, Kepala UPT Puskemas rawat inap Penengahan Lampung Selatan. Foto: Henk Widi

Syaiful Anwar, kepala UPT Puskesmas rawat inap Penengahan menyebutkan, beberapa masalah kesehatan pada lansia berupa kemunduran sel tubuh, daya tahan tubuh menurun, resiko penyakit meningkat.

“Imbasnya sejumlah lansia kerap mengalami gangguan malnutrisi, hipertensi, gangguan pendengaran, penglihatan dan sejumlah penyakit,” sebut Syaiful Anwar di Penengahan, Jumat (30/8/2019).

Melalui keberadaan Posyandu lansia di setiap desa, keberadaan tenaga kesahatan sangat membantu dalam pelayanan kesehatan dan memfasilitasi pelayanan kesehatan agar mandiri dan produktif.

“Koordinasi juga dilakukan dengan unsur pemerintahan desa hingga kecamatan agar pelaksanaan peningkatan kesehatan bagi lansia bisa tercapai dengan baik termasuk lintas program pada Puskesmas,” tambahnya.

Sejumlah pelaksana program kesehatan lanjut usia tersebut di antaranya program gizi, program penanggulangan penyakit tidak menular dan program lain. Pada sejumlah desa di Penengahan, sejumlah kelompok lansia rutin mengikuti kegiatan senam dan Posyandu.

Perhatian bagi lansia menjadi bagian amanat UU No 36 tahun 2009 tentang kesehatan. Upaya pemeliharaan lansia tetap produktif menjadi tanggungjawab pemerintah. Selain itu pemerintah wajib menjamin ketersediaan pelayanan kesehatan dan memfasilitasi kelompok lansia untuk dapat hidup mandiri dan produktif.

“Sarana dan fasilitas tentu kami sediakan berupa Posyandu lansia, pemeriksaan kesehatan rutin dan kegiatan senam kesegaran jasmani bagi lansia,” katanya.

Selain mendorong lansia menerapkan pola hidup sehat, kesadaran dari setiap individu untuk menjaga kesehatan sedini mungkin sangat penting. Upaya penyuluhan kesehatan diakuinya gencar dilakukan bagi kelompok warga usia lanjut.

Bidan Indah Suprihatin, salah satu bidan di Puskesmas Penengahan menyebut pola makan ikut menentukan kesehatan bagi lansia. Selain itu, dengan adanya buku monitoring resiko penyakit tidak menular menjadi acuan bagi kesehatan setiap lansia.

“Sejumlah faktor resiko penyakit yang dihadapi lansia termasuk anjuran kurangi merokok dan makanan tidak sehat ada di buku tersebut,” ungkap Indah Suprihatin.

Sumardi, salah satu lansia asal Desa Kelaten mengaku rutin melakukan senam. Ia bersama 35 orang lainnya pada pekan keempat setiap bulan kegiatan senam lansia diiringi dengan pemeriksaan kesehatan.

Melalui sejumlah penyuluhan, mereka juga didampingi untuk menjaga kesehatan. Pengaturan pola makan, menjaga aktifitas fisik disebutnya menjadikan lansia bisa menjaga kesehatan.

Lihat juga...