Panitia Kurban Diimbau Tidak Gunakan Kantong Plastik
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
PADANG — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mengimbau panitia kurban, untuk tidak menggunakan kantong plastik saat membungkus daging, ketika hendak dibagi-bagikan kepada masyarakat.
Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno mengatakan, imbauan tersebut telah diperkuat dengan dikeluarkannya Surat Edaran yang ditujukan kepada bupati dan wali kota, agar menyampaikan hal tersebut kepada masyarakat dan pengurus masjid atau musala. Dalam SE itu dijelaskan bahwa plastik tidaklah ramah lingkungan, dan mengingat akan banyak daging-daging yang dibagikan kepada masyarakat, maka diperkirakan akan terjadi peningkatan sampah plastik.
“Upaya itu dinilai telah turut mengantisipasi timbunan sampah plastik dalam menyambut hari raya Idul Adha 1440 Hijriah,” ujarnya, ditemui usai rapat di Padang, Kamis (8/8/2019).
Sebagai bahan ramah lingkungan pengganti kantong plastik, pengangkut daging kurban itu bisa mengganti dengan besek kelapa, bambu, daun pandan, daun jati, daun pisang dan wadah makanan yang bisa dipakai berulangkali.
“Oleh karena itu kita mengajak masyarakat menggunakan kantong ramah lingkungan, agar lingkungan tetap bersih dan nyaman,” katanya.
Kemudian cara lain dalam pengurangan sampah kantong plastik ini, pihaknya memberikan edukasi dengan menyebarluaskan informasi ini melalui konten kampanye di media sosial dan lainnya yakni mengangkat kampanye ‘Idul Adha tanpa kantong plastik’.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sumatera Barat, Siti Aisyah mengatakan, dampak dari kantong plastik cukup banyak, di antaranya tercemarnya tanah, air tanah, dan juga makhluk hidup bawah tanah. Racun-racun dari partikel plastik yang masuk ke dalam tanah akan berpotensi untuk membunuh hewan-hewan pengurai di dalam tanah, termasuk cacing. PCB (polychlorinated biphenyl) yang tidak terurai walaupun sudah termakan oleh para hewan dan tumbuhan akan menjadi suatu racun berantai sesuai urutan makanannya.
Selain itu, sampah plastik akan mengganggu jalur terserapnya air ke dalam tanah. Menurunkan kesuburan tanah. Hal ini dikarenakan plastik juga dapat menghalangi sirkulasi udara di dalam tanah dan ruang gerak makhluk hidup bawah tanah yang berperan dalam proses penyuburan tanah.
“Sampah plastik yang susah diurai itu ringan dan akan semakin mempermudah untuk diterbangkan angin, sehingga tidak menutup kemungkinan untuk mencemari lautan dan wilayah-wilayah lainnya secara bergantian. Akibatnya, hewan-hewan dapat terjebak dalam tumpukan sampah plastik hingga mati,” sebutnya.