Ngarak Nganten Sunat, Meriahkan Lebaran Betawi Pondok Melati

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Lebaran Betawi Kecamatan Pondok Melati ke IV, bertempat di  halaman Masjid Agung Al-Jauhar Yasfi, Kampung Sawah Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Kegiatan tersebut, menjadi ajang pelestarian budaya dalam rangka menjaga warisan leluhur untuk terus dikenalkan kepada generasi penerus.

Acara budaya tersebut disamping mengangkat budaya Ngarak Nganten Sunat yang mulai menghilang, juga dimeriahkan dengan pertunjukan atraksi seni bela diri melibatkan seribu pendekar atau jawara se-Jabodetabek dari berbagai perguruan silat atau sanggar.

Syamsuddin, Ketua Panitia Lebaran Betawi Pondok Melati, dijumpai Cendana News. Sabtu (31/8/2019) – Foto: Muhammad Amin

“Kegiatan Lebaran Betawi Pondok Melati ini memasuki tahun ke IV, setiap tahun tema yang diangkat berbeda. Seperti pertama mengangkat tema ‘Nyorok’, kemudian Ngarak Barong. Lalu tahun ketiga Ngarak Besan, dan kali ini Ngarak Nganten Sunat,” ujar Syamsuddin, Ketua Panitia pelaksana, kepada Cendana News, Sabtu (31/8/2019).

Dikatakan Lebaran Betawi Pondok Melati merupakan agenda khusus di Kecamatan Pondok Melati. Setiap kecamatan di Kota Bekasi, imbuhnya memiliki agenda tersendiri terkait budaya tetapi tema yang diangkat berbeda.

Menurutnya, melalui agenda Lebaran Betawi tersebut ingin menjaga dan melestarikan budaya Betawi di wilayah Pondok Melati. Selain Ngarak Nganten Sunat, banyak atraksi budaya Betawi ditampilkan.

“Pastinya, Lebaran Betawi Pondok Melati, melibatkan seribu jawara dari berbagai perguruan silat se-Jabodetabek untuk tampil. Sehingga menghadirkan nuansa Betawi secara keseluruhan. Begitu pun kuliner khas Betawi diikutsertakan,” ujar Syamsuddin.

Diakuinya memilih tema Ngarak Nganten Sunat, sebagai bentuk upaya menghidupkan kembali budaya di Pondok Melati yang dulu pernah ada dan sudah ditinggalkan. Dulu Ngarak Nganten Sunat selalu dilaksanakan untuk memberikan rasa kegembiraan kepada anak sebelum dikhitan.

Era 1980-an, Ngarak Nganten Sunat masih berlangsung, anak yang mau dikhitan diarak keliling kampung di atas delman atau sado. Melalui kegiatan ini ingin memperkenalkan lagi bahwa dulu ada Ngarak Nganten Sunat.

“Ngarak Nganten Sunat ini diikuti sekitar 50 peserta dari empat kelurahan di Pondok Melati. Semuanya berhias dengan berbagai atribut, seperti di sado, delman bahkan ada sasingaan dari Kelurahan Jatirahayu. Sasingaan sendiri adalah paduan budaya Betawi dan Sunda,” pungkasnya.

Lihat juga...