Selesaikan S3 Hanya Tiga Tahun, Nungky Sering Tidur Dinihari
Editor: Mahadeva
JEMBER – Nungky Viana, alumni Program Doktor Ilmu Administrasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jember, berbagi kiat sukses menjadi mahasiswa S3.
Nungky, berhasil menyelesaikan pendidikan S3 selama tiga tahun. Hal itu dipengaruhi oleh pemilihan topik penilitian yang tepat. Cerita keberhasilan tersebut, disampaikannya dalam Seminar Dan Akselerasi Studi Doktor, yang digelar Program Studi Doktor Ilmu Administrasi FISIP Universitas Jember, Rabu (24/7/2019).
Untuk mempercepat pendidikannya, Nungky sudah menyiapkan proposal disertasi sebelum memutuskan mendaftarkan diri. Sejak awal, Nungky sudah menentukan tema atau topik dari disertasinya. “Waktu itu saya topiknya adalah UKM (Usaha Kecil Menengah). Sudah saya siapkan secara serius dan bukan hanya sekedar untuk pemenuhan sarat administrasi saat proses pendaftaran S3. Sehingga sejak awal topik yang saya teliti sudah jelas fokusnya,” tutur Nungky.
Menurut Nungky, mahasiswa S3 yang belum memiliki tema atau topik jelas, kecendrungannya proses pendidikan akan berlangsung lebih lama. Di tahun pertama perkuliahan, mahsiswa S3 hanya akan disibukkan dengan proses pencarian topik yang akan dibahas dalam disertasi.
“Karena saya pikir program S3 ini adalah penuh dengan penelitian. Masalahnya adalah mencari topik untuk dijadikan sebuah penelitian itu sangat tidak mudah. Selain itu juga diperlukan sebuah penelitian awal. Jika itu sudah kita lakukan sebelum daftar maka kita hemat waktu dan tenaga,” jelas Nungky, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Bagian Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (BP2M) Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Pembangunan Jember.
Nungky menegaskan, kesabaran dan semangat yang kuat bagi mahasiswa S3 sangat diperlukan selama proses pendidikan. Penulisan sebuah disertasi, membutuhkan banyak waktu, tenaga dan biaya.
“Dulu waktu penyusunan disertasi posisi saya sedang hamil dan kemudian melahirkan. Jadi tiap malam saya nulisnya nunggu anak-anak tidur dulu, biasanya jam 9 malam baru mulai. Hampir setiap malam saya tidur paling cepat jam 12 malam. Bahkan sering sampai jam 2 pagi. Kalau masalah biaya, alhamdulillah saya dapat beasiswa,” kenangnya.