Sampah Kiriman Masih Jadi Penyebab Kotornya Lingkungan Pantai

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

LAMPUNG — Sampah masih jadi persoalan serius di sejumlah wilayah Lampung Selatan (Lamsel). Didominasi kiriman dari hulu sungai akhirnya menumpuk di pinggir pantai setelah di didorong oleh ombak saat terjadi angin Barat, angin Selatan.

Yunus, salah satu warga sekaligus anggota Pokdarwis Minang Rua Bahari memperlihatkan sejumlah sampah plastik, botol yang terbawa arus laut dan mengotori pantai. Foto: Henk Widi

Yunus, salah satu warga Desa Kelawi, Kecamatan Bakauheni, Lamsel mengatakan, sejumlah sampah yang terdampar dominan plastik, botol, kayu besar yang terbawa arus dari perairan Selat Sunda. Sementara yang yang terdampar di pantai Minang Rua berasal dari sungai Kepayang, sungai Pegantungan, sungai Sumber Muli dan sejumlah sungai lainnya.

“Sampah yang dibuang ke sungai akhirnya terbawa ke laut dan terdampar di pantai. Upaya pembersihan telah digencarkan melalui kegiatan gotong royong,” sebutnya kepada Cendana News, Rabu (31/7/2019).

Kegiatan gotong royong pembersihan sampah diakui Yunus digelar setiap Sabtu. Selain warga di sekitar pantai tersebut, sekitar 50 anggota kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Minang Rua Bahari dilibatkan.

Yunus juga menyebutkan, kesadaran masyarakat membuang sampah pada tempatnya masih rendah. Meski telah disediakan tempat khusus, namun wisatawan masih banyak yang membuang sembarangan.

Khusus di pantai Minang Rua, angin Barat dan Selatan menjadi sumber pasokan sampah terbesar. Sesuai data yang tercatat saat proses pembersihan, dalam sepekan yang terkumpul berkisar 8 kuintal hingga 1 ton.

“Pada saat angin barat dengan gelombang tinggi kerap membawa sampah lebih banyak bahkan bisa mencapai dua ton,” papar Yunus.

Upaya menjaga lingkungan tetap bersih pada wilayah pantai mendapat respon positif dari Yodistira Nugraha, ketua komunitas Peduli Wisata (Pelita) Lampung Selatan. Ia menyebut kampanye pembersihan sampah di sekitar pantai wisata terus digencarkan. Mengusung konsep eco and sustainable tourism atau pariwisata berwawasan lingkungan dan berkelanjutan Pelita berharap makin banyak masyarakat peduli sampah.

“Komunitas Pelita terus mendatangi sejumlah objek wisata pantai dan kami ajak untuk ikut membersihkan sampah,”papar Yodistira Nugraha.

Sejumlah kegiatan yang digelar untuk penyadartahuan menjaga lingkungan di antaranya dengan meminimalisir sampah. Cara yang dilakukan dengan menganjurkan wisatawan membawa totebag atau tas yang bisa berfungsi untuk mengantongi sampah plastik.

Lihat juga...