Purbalingga Bentuk Warga Peduli Aids

Editor: Mahadeva

PURBALINGGA – Komisi Penanggulangan Aids Daerah Kabupaten Purbalingga membentuk forum Warga Peduli Aids (WPA). Organisasi tersebut dibentuk hingga tingkat kecamatan.

Selain untuk pencegahan, forum tersebut juga untuk mencegah pelakuan diskriminasi terhadap penderita HIV/Aids. Sekretaris Komisi Penanggulangan Aids Daerah (KPAD) Kabupaten Purbalingga, Heni Ruslanto, mengatakan, masih banyak masyarakat yang mempunyai pemahaman salah tentang HIV/Aids.

Terutama tentang cara penularan. Sehingga, muncul kecenderungan penderita HIV/Aids dikucilkan. “Perlakuan diskriminatif terhadap Orang Dengan HIV/Aids (ODHA) ini-lah yang akan kita minimalisir melalui forum WPA. Sekaligus, sosialiasi tentang bahaya HIV/Aids , cara penularannya serta pencehagan, sehingga masyarakat mempunyai pemahaman yang benar tentang penyakit ini,” terang Heni, dalam acara sosialiasi pembentukan forum WPA di Aula Kecamatan Karangmoncol, Kabupaten Purbalingga, Rabu (31/7/2019).

Masyarakat juga perlu diberikan pengetahuan tentang pola indentifikasi HIV/Aids secara cepat. Sehingga, penderita di lingkungannya bisa ditangani dengan lebih cepat dan efektif. Jika terdapat gejala-gejala yang mendekati HIV/Aids, masyarakat di dorong untuk segera memeriksakan diri ke rumah sakit atau Puskesmas.

Kasus HIV/Aids ini seperti gunung es, yang muncul di permukaan sehingga yang terdeteksi hanyalah sebagian kecil. Banyak ODHA yang memilih untuk menutup diri, menghindari pandangan miring dari masyarakat di sekitarnya. Akibatnya, proses pengobatan menjadi tidak dijalankan dengan maksimal. Dengan dibentuknya forum WPA, diharapkan deteksi dini terhadap ODHA akan berjalan lebih maksimal. Selain itu, terjadi perubahan perilaku masyarakat dalam memperlakukan ODHA.

Pada kesempatan tersebut, konselor HIV-Aids serta petugas VCT di RSUD Goeteng Taroenadibrata, Istimaunah, menjelaskan, HIV mempunyai empat stadium. Stadium 1 dan 2 masih dikatakan orang dengan HIV, kemudian stadium 3 dan 4 bisa dikatakan sebagai Aids.

“Penyebaran HIV Aids sangat cepat, hanya selang tiga bulan setelah tertular dari pengidap HIV-Aids, bisa langsung dideteksi. Penyebaran HIV Aids melalui cairan kelamin, darah dan air susu ibu,” jelasnya.

Lihat juga...