Gorontalo Utara Panggil Pulang 12 Dokter Penerima Beasiswa Daerah
GORONTALO – Pemkab Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, memanggil pulang 12 dokter yang disekolahkan atas biaya pemerintah daerah. Para penerima beasiswa bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tersebut, hingga kini belum kembali bertugas di daerah asalnya tersebut.
“Saya sangat prihatin melihat kondisi rumah sakit ini, maka inspeksi mendadak (sidak) saya lakukan untuk mencari penyebab permasalahan yang sering disuarakan terhadap keberadaan dan pelayanan rumah sakit satu-satunya di daerah ini,” ujar Wakil Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu, pascakunjungan ke RSUD dr Zainal Umar Siddiki, di Desa Bulalo, Kecamatan Kwandang, Senin (29/7/2019).
Dari inspeksi mendadak yang dilakukan, ditemukan beberapa hal penting dan perlu mendapat perhatian serius. Di antaranya, sarana rumah sakit khususnya ruangan-ruangan tindakan, perawatan, inap hingga toilet yang wajib segera dibenahi.
“Saya langsung memanggil Dinas Pekerjaan Umum (PU) agar menghitung biaya yang diperlukan, dan segera melaporkannya ke Bupati untuk ditindaklanjuti melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2019 ini,” ujarnya.
Kemudian, mengenai jumlah tenaga medis khususnya dokter-dokter yang bertugas di rumah sakit tersebut. “Pelayanan yang ada sudah cukup baik, namun tingkat kecukupannya belum terpenuhi akibat jumlah dokter masih sangat terbatas maka saya segera melaporkannya ke Bupati, khususnya segera memanggil pulang 12 orang dokter yang telah menyelesaikan pendidikannya namun belum kembali ke daerah,” ujarnya.
Keberadaan mereka , baru diketahui saat sidak tersebut. Ternyata ada 12 dokter yang disekolahkan pemerintah daerah dan sudah menamatkan pendidikannya namun belum kembali. Keberadaan mereka sangat penting, apalagi biaya pendidikan melalui pemerintah daerah diberikan agar saat mereka tamat, wajib kembali mengabdi untuk daerahnya.
“Data faktual 12 orang dokter itu sedang saya nantikan, jumlah rinci dokter umum dan spesialis untuk segera memanggil mereka pulang dan mengabdi di daerah ini,” tegasnya.
Menurutnya, pemerintah daerah sangat fokus memprioritaskan terhadap sektor kesehatan secara menyeluruh. “Kita tidak hanya mengejar pendapatan dari rumah sakit, namun yang menjadi prioritas adalah bagaimana meningkatkan fasilitas pelayanan dari berbagai aspek yang diperlukan, baik sarana prasarana, pemenuhan sumber daya manusia yaitu dokter, perawat hingga tenaga IT dan peralatan kesehatan memadai, termasuk ruangan-ruangan memadai yang diperlukan,” tandasnya. (Ant)