BPOM Melarang Anak-Anak Mengkonsumsi SKM

Editor: Mahadeva

Kepala Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), l Nengah Suarningsih/ Foto: Turmuzi

MATARAM – Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) menyebut, Susu Kental Manis (SKM) lebih banyak mengandung gula dan karamel dibandingkan susu.

Dengan kondisi tersebut, SKM sangat berbahaya untuk dikonsumsi khususnya di kalangan anak-anak. “Hasil penelitian BPOM, SKM lebih banyak mengandung gula dan karamel, bahkan kadar gulanya melebihi batas konsumsi gula harian. Seharusnya SKM digunakan sebagai topping bukan sebagai minuman,” kata Kepala BPOM NTB, l Nengah Suarningsih, Senin (1/7/2019).

Kandungan atau komposisi susu pada SKM sangat rendah, hanya di kisaran satu persen. Dengan kondisi tersebut, pemerintah melalui BPOM telah memberikan empat larangan terhadap iklan SKM.

Iklan dari produk tersebut, dilarang menampilkan anak usia di bawah lima tahun. Dilarang menggunakan visualisasi SKM sebagai setara susu lain atau pelengkap zat gizi. Dilarang menggunakan visualisasi susu dalam gelas yang diseduh, dan iklan dilarang ditayangkan pada jam acara anak-anak. “Selain itu, SKM sebagai produk yang lebih banyak mengandung kadar gula, kalau dikonsumsi anak bisa menyebabkan gizi buruk dan penyakit menyebabkan diabetes,” jelasnya.

Meski larangan telah diberlakukan, SKM masih bisa dijumpai di supermarket dan diketahui diletakan pada rak khusus susu. Sementara SKM seharusnya hanya menjadi pelengkap makanan, bukan merupakan susu. Sangat berbahaya, jika masyarakat luas meyakini SKM adalah susu.

Di luar negeri disebunya, tidak ada lagi orang yang mengkonsumsi SKM. Mereka menyadari, mengkonsumsi SKM secara rutin, akan mengancam keselamatan generasi masa depan.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan NTB, Nurhandini Eka Dewi, mengatakan, mengkonsumsi SKM akan berisiko dari sisi gizi. Masyarakat dimintanya, tidak lagi sembarangan mengkonsumsi sembarangan susu, khususnya SKM.

Sebab kalau sudah akan sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembangnya anak, karena kualitas asupan gizi yang tidak baik. Oleh karenanya, BPOM diminta lebih gencar menyosialisasikan hal tersebut, serta aktif melakukan pengawasan dan penindakan bagi supermarket yang terbukti masih banyak menyediakan SKM.

Lihat juga...