BKSDA NTT Amankan Buaya yang Memangsa Ternak Warga
Editor: Mahadeva
KUPANG – Seekor buaya yang memangsa ternak dan hendak menyerang warga di Desa Soliu, Kecamatan Amfoang Barat Laut Kabupaten Kupang berhasil diamankan.
Aksi buaya tersebut telah dilaporkan ke Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) NTT. Dan saat ini, buaya tersebut sudah berhasil diamankan. “Informasi awal adanya konflik buaya dengan manusia bersumber dari masyarakat yang disampaikan oleh Kapospol Soliu, Bapak Eris kepada BKSDA NTT, Sabtu (29/6/2019) pukul 16.30 WITA,” sebut Agustinus Djami Koreh, Kasubag Humas BBKSDA NTT, Senin (1/7/2019).
Menindaklanjuti informasi tersebut, Tim Unit Penanganan Satwa (UPS) BBKSDA NTT, yang dipimpin oleh Paulus Robinson bergerak cepat menuju lokasi. “Tim segera melakukan penanganan terhadap buaya tersebut. Data dan info yang sebelumnya telah dihimpun Tim UPS BBKSDA NTT dari warga bahwa buaya tersebut telah menyerang dan memangsa ternak warga,” jelasnya.

Proses penanganan buaya berjalan dramatis. Satwa tersebut berukuran besar, panjang tubuhnya mencapai 4,58 meter dengan lebar tubuh 80 sentimeter. “Berkat kerjasama tim dan warga serta didukung oleh anggota polisi dan pemerintah kecamatan. Akhirnya buaya tersebut dapat dievakuasi ke kandang transit, di kantor Seksi konservasi wilayah 2,” terangnya.
Saat ini, buaya tersebut dalam perawatan, karena kondisi tubuhnya terluka di bagian kepala, leher dan mulut. Hingga saat ini, buaya tersebut merupakan buaya yang ukuran tubuhnya paling besar, yang pernah ditangani tim UPS BBKSDA NTT.
“Buaya tersebut akan ditampung sementara di kandang transit. Kami menunggu adanya lembaga konservasi yang berminat menampung buaya, untuk digunakan sebagai indukan pada penangkaran satwa. Tentu lembaganya yang memenuhi ketentuan dan peraturan yang berlaku,” ungkapnya.
Mantan Direktur WALHI NTT, Carolus Winfridus Keupung, mengatakan, adanya buaya yang masuk ke pemukiman warga dan menyerang manusia serta ternak, perlu ditelusuri alasannya. Harus diketahui kenapa hal tersebut bisa terjadi. “Bisa jadi habitat atau tempat hidupnya buaya tersebut sudah mengalami kerusakan. Makanannya sudah tidak tersedia, sehingga buaya keluar dari habitat dan mencari makanan,” tandasnya.
Selain itu, bisa juga buaya tersebut merasa terganggu sehingga menyerang manusia. Dirinya meminta, masyarakat menjauhi habitat dan tempat hidup buaya. “Manusia harus menjauhi habitat dan tempat hidup buaya, seperti di muara kali. Biasanya sering terjadi buaya muncul di muara kali atau laut sekitar muara,” pungkasnya.