Reposisi KMP Mutiara Persada II Berhasil, Penumpang Tunggu Kepastian

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Setelah kandas selama hampir lebih dari satu hari lamanya, KMP Mutiara Persada II akhirnya bisa direposisi.

Reposisi kapal ferry dari batu karang sekitar pulau Rimau Balak menggunakan tugboat Merak milik PT ASDP Indonesia. Proses evakuasi yang dilakukan selama hampir beberapa jam merupakan proses kedua kali. Pasalnya upaya reposisi dilakukan tahap pertama pada Jumat (8/6) meski belum berhasil.

Sebanyak 516 penumpang KMP Mutiara Persada yang menginap di ruang tunggu bahkan menunggu kepastian. Sebab meski reposisi bisa dilakukan sejak pukul 10.05 dengan penarikan bagian buritan, kapal belum bisa disandarkan.

Penumpang kapal juga masih menunggu kepastian kapan kapal yang sudah direposisi bisa sandar. Meski kapal sudah bisa berlayar, kapal terkendala jadwal pelayanan yang padat.

Judika, salah satu penumpang pemilik kendaraan pribadi mengaku belum mendapat kepastian bisa menurunkan mobil. Sebab kendaraan roda empat, roda dua milik penumpang masih belum bisa diturunkan dari kapal.

Meski kapal sudah bisa ditarik dari posisi kandas, kapal sementara harus dibawa ke lokasi angker di sekitar pulau Sindu.

“Sebagian penumpang kendaraan pribadi terpaksa saya minta pulang lebih dahulu agar cepat sampai rumah di Bandarlampung. Sementara saya bersama adik menunggu dua mobil yang masih tertinggal di kapal,” terang Judika saat ditemui Cendana News menunggu di ruang tunggu pelabuhan, Sabtu (8/6/2019).

Sejumlah penumpang yang kecewa dan meminta kompensasi bahkan meminta fasilitas hotel. Meski disediakan konsumsi nasi bungkus, penumpang KMP Mutiara Persada II yang kecewa bahkan melemparkan nasi bungkus yang sudah dibagikan.

Sebab menurut mereka kepastian untuk bisa melanjutkan perjalanan belum bisa diperoleh. Penumpang bahkan sebagian harus dibawa ke ruang kesehatan akibat mengalami gangguan kesehatan.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas (KSOP) Kelas V Bakauheni, Iwan Syahrial, menerangkan, reposisi kapal baru bisa dilakukan saat air pasang laut tertinggi. Proses reposisi yang dilakukan memakai tugboat Merak menurutnya terkendala perairan yang masih dangkal.

Iwan Syahrial, kepala KSOP Kelas V Bakauheni – Foto: Henk Widi

Saat kondisi perairan sudah cukup tinggi di sekitar lokasi kapal kandas, penarikan kapal bisa dilakukan.

Kapal yang sudah direposisi diakuinya dijadwalkan bisa sandar di dermaga dua namun karena jadwal kapal di pelabuhan Bakauheni padat, kapal sementara diangkerkan.

Kapal yang sandar di dermaga dua diantaranya KMP Duta Banten, sementara di dermaga tiga merupakan KMP Adinda Windu Karsa. Meski tugboat Merak sudah berhasil melakukan reposisi, kapal belum bisa disandarkan.

“Jadwal kapal yang melayani arus balik masih padat sehingga KMP Mutiara Persada belum bisa disandarkan,” papar Iwan Syahrial.

Mediasi antara penumpang dan perusahaan pelayaran telah dilakukan oleh DPC Gapasdap Bakauheni. Warsa, didampingi Mansur, koordinator lapangan sekaigus manajemen PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP) memastikan, perhatian tetap diberikan.

Warsa (peci putih) ketua DPC Gapasdap Bakauheni – Foto: Henk Widi

Sejumlah penumpang yang naik bus tujuan Sumatera bahkan langsung disiapkan bus lanjutan oleh perusahaan otobus.

Meski akan disiapkan penginapan namun akibat sejumlah hotel penuh, penumpang kapal kandas sementara menginap di pelabuhan Bakauheni. Sesuai jadwal, Warsa menyebut kapal Mutiara Persada akan disandarkan di dermaga tiga pelabuhan Bakauheni.

Pada saat ada kepastian proses sandar kapal kepada penumpang, pemilik kendaraan diminta untuk menyiapkan kunci kendaraan.

Lihat juga...