Pemerintah NTT Fokus Kembangkan Pariwisata
Editor: Mahadeva
KUPANG – Pemprov NTT dimasa kepemimpinan Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat dan Wakil Gubernur Josef Nae Soi, serius mengembangkan pariwisata.

Saat itu, pemerintah daerah ingin pariwisata bisa menjadi salah satu yang mampu menggerakan perekonomian NTT. “Salah satu visi kepemimpinan kami Viktor dan Josef yakni ingin mengembangkan sektor pariwisata. NTT kaya akan potensi wisata sehingga ke depan kita telah merencanakan untuk mengembangkan sektor ini agar bisa memberikan kesejahteraan bagi masyarakat,” sebut Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi, Minggu (2/6/2019).
Untuk mengembangkan sektor pariwisata, pemerintah daerah ingin membenahi berbagai sektor pendukungnya, termasuk transportasi. Dalam tiga tahun, akses jalan provinsi yang rusak akan diperbaiki, termasuk juga memperbaiki jalan kabupaten. “Untuk jalan trans utara Flores saya sudah sampaikan dengan menteri Pekerjaan Umum, rencananya di 2020 mulai dikerjakan. Dengan begitu, berbagai destinasi wisata di wilayah utara Flores akan mudah terhubungi,” ungkapnya.
Selain jalan, pemerintah daerah juga mendorong agar semua wilayah di NTT, bisa dialiri jaringan listrik. Setahun menjabat, pihaknya telah berkordinasi dengan PLN wilayah NTT, direncanakan di 2019 ini 85 persen desa sudah dialiri listrik. Sebelumnya, desa di NTT yang sudah teraliri listrik baru 70 persen. “Kita berharap di akhir 2019 semua desa di NTT sebanyak 3.953 desa ditargetkan sudah dialiri listrik. Saat ini menurut PLN NTT masih sekitar 400 lebih desa yang belum dialiri listrik,” tuturnya.
Yang utama, adalah menyediakan kapasitas masyarakat terlebih dahulu. Kemudian membanhi berbagai destinasi wisata. Hal ini penting dilakukan agar saat ada kunjungan wisatawan, masyarakat sekitar sudah bisa dilibatkan dan mendapatkan manfaat. “Dengan adanya kunjungan wisatawan maka kita berharap masyarakat di sekitar destinasi wisata bisa mendapatkan pemasukan dari kunjungan wisatawan. Masyarakat bisa menyediakan home stay, memasok kebutuhan makanan dan minuman,” terangnya.
Selama menjabat, pemerintah daerah akan menggenjot produksi garam. Selain untuk memenuhi kebutuhan konsumsi lokal, juga untuk memenuhi kebutuhan nasional. Dengan begitu masyarakat juga mendapatkan pemasukan sebab selama ini banyak industri garam tradisional telah tumbuh. “Intinya masyarakat harus siap dan mendapatkan manfaat dari kunjungan wisatawan ke NTT. Masyarakat jangan hanya jadi obyek tetapi menjadi subyek pengembangan sektor pariwisata,” tegasnya.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sikka, Kensius Didimus, menyebut, jumlah wisatawan yang bekunjung ke Sikka di 2018 mengalami peningkatan. Jumlah wisatawan di 2018 berjumlah 50.212 orang. “Memang jumlah wisatwan yang datang ke Sikka meningkat di 2018. Wisatawan mancanegara tercatat ada 11.568 orang dan wisatawan nusantara sebanyak 38.644 orang,” terangnya.
Sementara di 2017, jumlah total wisatawan yang datang 47.228 orang. Dan pemerintah daerah akan gencar mempromosikan destinasi wisata agar bisa diketahui dan dikunjungi.