Kapal Ikan di Maumere Angkut Pemudik ke Kojadoi

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Sebuah kapal kayu yang biasa digunakan untuk menangkap ikan dan terkesan lusuh tanpa cat, diperbolehkan mengangkut penumpang yang mudik Lebaran. Kapal yang bersandar di pebuhan Laurens Say Maumere ini berbobot mati sekitar 15 Gross Ton (GT).

“Saya sebenarnya hanya mau menjemput keluarga saya di Maumere untuk mudik ke pulau Kojadoi. Tapi rupanya saat saya sandar, banyak pemudik yang naik ke atas kapal,” ujar Nurdin, pemilik kapal, Senin (3/6/2019) sore.

Menurut Nurdin, dirinya pun tidak memungut bayaran kepada para penumpang. Dirinya pun seolah berkelit saat ditanya petugas Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Laurens Say Maumere.

Nurdin, pemilik kapal ikan yang difungsikan mengangkut pemudik lebaran yang hendak ke pulau Kojadoi. -Foto: Ebed de Rosary

“Saya juga tidak memungut biaya, Pak. Coba tanya saja kepada para penumpang tersebut. Saya kan hanya mau jemput anggota keluarga saya untuk berlebaran di kampung halaman,” katanya, berkelit.

Nurdin juga mengaku tidak memiliki alat keselamatan seperti life jacket atau pelampung penyelamat. Namanya juga kapal ikan, sehingga dirinya tidak memiliki peralatan tersebut.

Rupanya petugas KSOP yang hadir di pelabuhan dan memantau aktivitas penumpang yang mudik ke pulau Pemana, pun tidak bisa berbuat apa-apa. Nurdin pun melajukan kapalnya menuju Kojadoi.

Tercatat jumlah penumpang di atas kapal dengan panjang sekitar 8 meter dan lebar 2 meter ini sekitar 30 orang.Terlihat para perempuan dan anak-anak ikut menumpang kapal ini tanpa menggunakan life jacket satu pun.

Sementara, sebuah kapal lainnya yang bersandar di sisi timur pelabuhan Laurens Say di samping terminal penumpang, juga mengangkut penumpang melebihi kapasitas.

Kapal kayu dengan tujuan Kojadoi ini pun membawa sekitar 50 penumpang, meskipun kapasitasnya sama dengan kapal milik Nurdin.

“Biasanya penumpangnya bisa lebih banyak dari ini. Mungkin karena sudah terbiasa, sehingga nahkoda tidak takut membawa penumpang banyak,” sebut Jamaludin, salah seorang warga yang ada di pelabuhan.

Jamal pun mengakui, sejak kemarin Minggu (2/6) banyak kapal penumpang yang bertolak ke Kojadoi dengan mengangkut penumpang melebihi kapasitas. Petugas KSOP Laurens Say pun terlihat tidak memberikan teguran.

“Biasanya kalau ke Kojadoi tarifnya Rp15 ribu per orang. Tapi, biasanya kalau lebaran tarifnya bisa naik Rp20 ribu per orang. Hari ini cuaca tidak terlalu berombak seperti kemarin,” ungkapnya.

Terpantau satu per satu penumpang naik ke atas kapal tanpa nama ini, dengan menggunakan tangga. Saat ombak menghantam, penumpang bersabar dahulu dan saat ombak tenang penumpang bergegas melewati tangga menuju perahu motor.

Penumpang di kapal ini pun didominasi oleh para perempuan, terutama pelajar dan mahasiswa. Tampak juga beberapa ibu rumah tangga membawa bayi ikut serta dalam pelayaran ini, meskipun berisiko.

Lihat juga...