Jelang Idul Fitri, Warga Lamsel Mulai Buat Ketupat
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
LAMPUNG – Dua hari jelang hari raya Idul Fitri 1440 Hijriyah/2019, warga Lampung Selatan (Lamsel) mulai membuat kulit ketupat.
Siti Nurjanah, salah satu warga Desa Padan, Kecamatan Penengahan, menyebut, membuat kulit ketupat dari janur atau daun kelapa muda.
Proses pembuatan kulit ketupat disebutnya dimulai dengan pencarian daun kelapa muda atau janur. Kulit ketupat yang dibuat diakuinya dipersiapkan dengan sistem gotong royong bersama sejumlah kerabat.

Pembuatan kulit atau cangkang ketupat diakuinya menjadi salah satu keahlian yang sudah dipelajari sejak kecil. Sebab proses menganyam kulit ketupat butuh kemahiran tersendiri dengan bentuk yang rapi dan bisa diisi beras.
Satu batang janur atau daun muda pada pohon kelapa disebutnya bisa dibuat menjadi ratusan cangkang ketupat. Pembuatan kulit ketupat dalam jumlah banyak selanjutnya akan dibagikan kepada sejumlah warga lain.
“Saya membuat kulit ketupat kerap bersama dengan sejumlah warga lain mengajak serta anak-anak, agar belajar cara membuat kulit ketupat yang kerap digunakan saat hari raya Idul Fitri,” terang Siti Nurjanah, saat ditemui Cendana News, Senin (3/6/2019).
Penyiapan daun kelapa muda untuk membuat cangkang ketupat dilakukan dua hari sebelum lebaran. Sebab sehari sebelum lebaran warga sudah mulai membuat lauk berupa opor ayam, rendang serta lauk.
Pembuatan kulit ketupat secara bersamaan dengan warga lain dilakukan untuk kebersamaan. Sebab saat proses pengambilan daun kelapa muda, bahan kulit ketupat bisa dipergunakan untuk membuat dalam jumlah banyak.
Setelah kulit ketupat selesai dibuat, proses selanjutnya Siti Nurjanah mengaku akan mengisi cangkang dengan beras.
Pengisian beras dilakukan beberapa jam sebelum direbus sehingga menghasilkan ketupat yang enak. Butuh takaran beras yang tepat dan pas untuk menghasilkan ketupat. Sebab saat proses perebusan beras dalam cangkang akan menghasilkan ketupat dengan rasa yang diharapkan.
“Awalnya dalam pembuatan ketupat kerap beras terlalu banyak sehingga bentuk ketupat tidak sempurna,” ujar Siti Nurjanah.
Kehadiran ketupat menurut Siti Nurjanah menjadi menu kuliner wajib saat hari raya Idul Fitri. Ketupat kerap disajikan dengan lauk opor ayam, rendang daging sapi, sambal ati dan ayam. Menu ketupat diakuinya menjadi hidangan wajib saat silaturahmi antar keluarga.
Variasi lauk pauk menjadikan ketupat menjadi lebih nikmat disantap dalam suasana kebersaman. Saat proses pembuatan kulit ketupat tersebut ia juga menyebut sudah terlihat adanya kebersamaan.
Jaliah, salah satu warga Desa Padan menyebut, pembuatan cangkang ketupat kerap dilakukan secara bersama. Sekali proses pembuatan warga kerap membuat kulit ketupat dalam jumlah banyak. Sekali proses pembuatan cangkang ketupat dibuat hingga ratusan cangkang yang dibagi ke sejumlah warga.

“Pembuatan cangkang kami lakukan secara bersama selanjutnya warga membawa pulang dan mengisi dengan beras sesuai kebutuhan,” terang Jaliah.
Jaliah mengaku, membuat cangkang dalam jumlah banyak karena tradisi lebaran ketupat dilakukan sepekan setelah lebaran Idul Fitri. Sejumlah kulit ketupat disebutnya akan disimpan dengan plastik kedap udara dan disimpan pada kulkas.
Saat dibutuhkan pada lebaran ia menyebut tidak perlu menganyam kulit ketupat yang akan diisi beras. Kebutuhan akan ketupat yang banyak menurut Jaliah pada tahun ini dilakukan karena keluarga besarnya akan berkumpul.
Usman, salah satu pembuat cangkang ketupat mengaku, ia sengaja membuat cangkang ketupat sekitar 400 buah. Cangkang ketupat tersebut sudah dijual sejak tiga hari sebelum lebaran di pasar tradisional Belambangan.
Satu rangkaian kulit ketupat yang sudah dibuat diakuinya dijual dengan harga Rp15.000 dengan isi 10 kulit ketupat. Selain dijual sebagian kulit ketupat sengaja digunakan untuk kebutuhan keluarganya yang akan merayakan Idul Fitri.