Sensasi Pedas Gurih Rujak Tahu Khas Lamsel
Editor: Koko Triarko
LAMPUNG – Pada bulan suci Ramadan, sejumlah kuliner tradisional banyak bermunculan di wilayah Lampung Selatan (Lamsel). Salah satu menu favorit dan tak pernah absen disediakan oleh pedagang menu berbuka puasa (takjil) adalah Rujak Tahu.
Bagi masyarakat Lampung, Rujak Tahu menjadi makanan selingan yang menyegarkan, terutama saat berbuka puasa. Meski tidak sempat membuatnya, warga tak perlu kuatir, karena Rujak Tahu selalu dijual di sejumlah pusat kuliner selama bulan suci Ramadan.
Anita, pedagang takjil yang menjual Rujak Tahu, mengaku sudah berjualan setiap bulan Ramadan. Memanfaatkan perempatan jalan sebagai pusat keramaian di Kecamatan Penengahan, ia membuat Rujak Tahu sebagai variasi menu.

Selain Rujak Tahu, sejumlah menu yang dijual di antaranya pempek, otak-otak, kolak, koktail buah, serta berbagai kue tradisional. Ciri khas Rujak Tahu yang dijualnya, disediakan bahan bahan utama sekaligus kuah yang dikemas dalam wadah terpisah.
Anita menyebut, Rujak Tahu memiliki tampilan yang menarik dengan penyajian dibaluri kuah cuka asam pedas. Berbagai jenis bahan yang dipilih merupakan bahan penuh gizi. Sebab, Rujak Tahu dibuat dengan bahan utama tahu pong, mi bihun atau soun, kacang tanah goreng serta tambahan kerupuk.
Setelah semua bahan tersebut diracik, siraman kuah dari asam cuka dengan sensasi pedas, gurih dan manis, siap memanjakan lidah setelah seharian berpuasa.
“Kuliner Rujak Tahu kerap muncul saat Ramadan, memang sangat tepat karena sensasi rasa yang dihasilkan begitu menggoda, terutama untuk merangsang lidah mencecap rasa asam manis setelah seharian berpuasa,” terang Anita, saat ditemui Cendana News, baru baru ini.
Anita menyebut, pada Ramadan 1440 Hijriyah (2019), menjadi tahun keenam menjual menu takjil. Sebanyak lima puluh porsi Rujak Tahu dibuatnya bersama dengan kuliner khas lainnya.
Sebagian Rujak Tahu yang dibuatnya, dijual oleh sang anak di lokasi lain. Maraknya penjual kuliner saat Ramadan, sebut Anita, memberi keuntungan tambahan baginya.
Anita tidak pelit berbagi resep cara membuat Rujak Tahu yang lezat. Beberapa bahan utama yang dibutuhkan, adalah mi soun atau bihun, tahu pong,tauge, ebi atau rebon, bawang putih. Bahan untuk kuah asam pedas manism di antaranya garam, gula merah, cabai rawit, dan asam jawa. Tambahan kerupuk dan mentimun menjadi pelengkap saat Rujak Tahu siap dihidangkan.
Menurutnya, proses pembuatannya cukup sederhana, dengan merebus mi soun dan tauge yang sudah disiapkan. Sembari melakukan proses menyiapkan soun,m tahu dipotong persegi lalu digoreng.
Penggorengan kerupuk juga bisa dilakukan dengan menggoreng ebi dan bawang merah. Selain itu, kuah Rujak Rahu bisa disiapkan dengan merebus gula jawa, asam jawa hingga tercampur merata.
Kuah gula dan asam jawa diberi tambahan garam, gula pasir ditambah bumbu halus bawang merah goreng, bawang putih, cabai merah dan cabai rawit.
“Pada varian menu pembuatan Rujak Tahu, kerap ditambah dengan pempek model atau pempek adaan, tergantung selera,” terang Anita.
Setelah semua bahan selesai dibuat, terakhir dilakukan penyajian Rujak Tahu. Pada kondisi normal, penyajian dapat dilakukan dengan menyiapkan piring saji, lalu semua bahan berupa mi soun, potongan tahu, potongan pempek, disiram kuah asam manis pedas yang telah dibuat. Selanjutnya, semua bahan tersebut bisa ditaburi dengan ebi dan kerupuk serta bawang merah goreng.
Pada penyajian untuk dijual, semua bahan tersebut, dipisah dalam kemasan berbeda. Semua racikan mi soun, tauge, tahu, dan bahan lain termasuk kerupukm dikemas dalam plastik kedap udara.
Kuah untuk baluran pada menu Rujak Tahu dipisahkan dalam kemasan tersendiri, dan bisa disiramkan saat akan disantap. Rujak tahu cocok disantap setelah membatalkan puasa di kala Maghrib. Satu porsi Rujak Tahu dijual dengan harga Rp6.000.