Permintaan Meningkat, Petani Cabai Percepat Panen

Editor: Mahadeva

LAMPUNG – Kebutuhan cabai di Ramadan mengalami peningkatan. Hal itu menjadi berita yang menyenangkan dan menguntungkan bagi petani di Lampung Selatan.

Tukijo (57), salah satu petani 6.000 batang cabai keriting besar menyebut, dengan pola terjadwal panen diperhitungkan sebelum dan pertengahan Ramadan. Hal itu mempertimbangkan, permintaan dari pengepul dan pedagang meningkat sepekan sebelum Ramadan.

Memenuhi permintaan, Tukijo mempercepat panen cabai miliknya. Pada kondisi normal, cabai keriting dipanen pada usia 90 hari. Namun, kali ini cabainya dipanen pada usia 75 hari, saat cabai dalam kondisi hijau tua.

Tukijo, salah satu petani cabai merah di Dusun Banyuurip,Desa Kuripan,Kecamatan Penengahan,Lampung Selatan menunggu sebagian tanaman cabai keriting yang memasuki masa berbuah – Foto Henk Widi

“Selain pengepul beberapa pemilik usaha kuliner kerap membeli cabai keriting ke rumah, sehingga saya mempercepat panen, apalagi jenis cabai yang masih berwarna hijau lebih diminati,” terang Tukijo kepada Cendana News, Rabu (8/5/2019).

Pemanenan dilakukan secara bertahap. Sekali panen Tukijo mendapatkan 300 kilogram cabai. Dari sekira 3.000 batang yang ditanam, hingga pertengahan Ramadan bisa menghasilkan 4 ton cabai. Sementara sisanya, sekira 3.000 dipanen pertengahan Ramadan hingga mendekati Idul Fitri.

Budi daya cabai keriting masih mengalami pasang surut harga. Di November 2018 hingga Mei 2019, Tukijo menyebut, harga cabai keriting di bawah Rp20.000 perkilogram. Sejak awal Ramadan petani masih mempertahankan harga di Rp15.000 untuk cabai berwarna merah dan Rp13.000 yang berwarna hijau. “Meski harga sedang anjlok dibandingkan menanam padi yang terkena hama lembing dan wereng budidaya cabai masih menguntungkan,” ungkap Tukijo.

Selain permintaan, Tukijo mempercepat panen karena harga yang masih sulit terkerek di tingkat petani. Mempercepat panen menjadi salah satu cara mengurangi biaya operasional. Dan tentunya bisa lebih cepat mendapatkan uang.

Tumini, salah satu pedagang cabai merah di pasar tradisional Pasuruan,Kecamatan Penengahan,Lampung Selatan – Foto Henk Widi

Pedagang sayur, Tumini, menyebut, permintaan cabai meningkat saat Ramadan. Dalam dua hari Dia bisa menjual 100 kilogram cabai keriting yang masih hijau dan merah. Permintaan banyak berasal dari ibu rumah tangga dan penjual lauk menu buka puasa. “Selama Ramadan banyak penjual menu kuliner dengan bumbu utama cabai, sehingga meningkatkan permintaan,” terang Tumini.

Harga cabai keriting besar di pedagang pasar tradisional Pasuruan mencapai Rp25.000 perkilogram. Harga tersebut lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang hanya Rp20.000 perkilogram.

Meningkatnya permintaan masih bisa dipenuhi pasokan dari petani lokal. Selain cabai, komoditi yang banyak diburu adalah bawang merah dan putih. Harga kedua komoditi tersebut masih cukup tinggi. Bawang merah dijual Rp40.000 perkilogram, sementara bawang putih Rp65.000 perkilogram.

Lihat juga...