Organda Bakauheni Siapkan 400 Kendaraan Campuran Hadapi Arus Mudik

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

LAMPUNG — Angkutan mudik lebaran yang diprediksi akan mengalami lonjakan pada akhir Mei ini mulai diantisipasi sejumlah pihak. Salah satunya dilakukan oleh Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda) Bakauheni dengan menyiapkan tambahan armada.

Ivan Rizal, Ketua DPC Khusus Organda Bakauheni. Foto: Henk Widi

Ketua Dewan Pimpinan Cabang Khusus Organda Bakauheni, Ivan Rizal menyebutkan, pada angkutan mudik lebaran 1440 Hijriyah/2019 pihaknya telah menyiapkan armada kendaraan berbagai jenis. Total lebih kurang 400 kendaraan campuran disiapkan hadapi arus mudik.

Rincian kendaraan yang dipersiapkan disebut Ivan Rizal berasal dari sekitar 15 Perusahaan Otobus (PO). Sejumlah kendaraan di antaranya DAMRI, bus perusahaan swasta, perusahaan travel trayek Bandarlampung-Bakauheni dan sejumlah kabupaten di provinsi Lampung.

“Sejumlah kendaraan dalam tahap pemeriksaan kelaikan untuk bisa digunakan dalam angkutan lebaran. Kendaraan yang sudah dilakukan pemeriksaan fisik dan dokumen serta layak dioperasikan saat angkutan mudik akan dipasang stiker,” sebutnya saat dikonfirmasi Cendana News, Selasa (14/5/2019).

Dikatakan, koordinasi dengan sejumlah pengusaha angkutan juga dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya penumpukan penumpang di terminal antarmoda Bakauheni.

“Organda serta pihak terkait tidak ingin peristiwa penumpang saat arus mudik kehabisan armada kendaraan terutama bus terjadi lagi pada angkutan lebaran tahun ini terlebih dengan alasan waktu tempuh lama sebab jalan tol sudah beroperasi penuh,” terang Ivan Rizal

Penumpukan penumpang pejalan kaki yang tiba dari pelabuhan Merak di Bakauheni diakui Ivan Rizal tahun sebelumnya akibat keterbatasan kendaraan. Hal tersebut terjadi akibat jeda waktu perjalanan dari terminal Rajabasa menuju terminal antarmoda Bakauheni.

Persiapan armada kendaraan khususnya bus juga mendapat dukungan dari PT. ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni. Sugeng Purwono, Manager Operasional PT.ASDP Indonesia Ferry menyebut telah berkoordinasi dengan Organda dan Dishub. Seperti tahun sebelumnya setiap kendaraan yang berasal dari terminal Rajabasa kerap terlambat. Sebagai solusi dilakukan pemberian insentif bagi bus pengganti uang bahan bakar saat menuju pelabuhan Bakauheni.

“Saat menuju pelabuhan Bakauheni kerap bus tidak memiliki muatan penumpang sehingga diberi insentif agar bus bisa cepat tiba di Bakauheni,” terang Sugeng Purwono.

Melayani pemudik asal pulau Jawa, Sugeng Purwono juga menyebut akan berkoordinasi dengan Perum DAMRI. Seperti tahun sebelumnya disediakan layanan bus khusus wanita yang membawa anak anak dan lanjut usia. Bus khusus tersebut ditempatkan di depan kantor ASDP terutama untuk pemudik yang akan melanjutkan perjalanan ke terminal Rajabasa. Tujuannya agar pemudik yang membawa anak, wanita dan lansia tidak berdesakan dengan penumpang bus reguler.

Lihat juga...