Kenaikan Jumlah Penumpang Bus Hingga 50 Persen
Editor: Koko Triarko
PADANG – Kenaikan tarif tiket pesawat yang masih terjadi di momen mudik Lebaran 1440 Hijriah ini, berdampak positif kepada angkutan darat, seperti Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP). Organisasi Angkutan Darat (Organda) menyatakan, pada momen mudik Lebaran ini diperkirakan lonjakan penumpang mencapai lebih dari 50 persen.
Ketua Organda Sumatra Barat, Budi Syukur, mengatakan momen Lebaran tahun ini angkutan darat seperti bus tengah menikmati momen bangkitnya, setelah sekian lama agak kurang dilirik oleh masyarakat.
Ia menyebutkan, kebangkitan usaha angkutan bus ini akan paling dirasakan bagi daerah di Pulau Sumatra. Karena, zaman dahulu tumbuhnya usaha bus, karena banyaknya masyarakat yang merantau ke tanah Jawa.
Seiring zaman, angkutan udara seperti pesawat terbang, membuat masyarakat beralih menggunakan angkutan udara. Ternyata kini, dengan mahalnya tarif tiket pesawat, membuat masa kejayaan bus, kembali.

“Kenapa kami berani menyatakan demikian, karena kami juga telah memprediksi 10 tahun yang yang lalu, bahwa angkutan bus akan kembali pada masa kejayaannya. Nah, sekarang terbukti,” katanya, Selasa (28/5/2019).
Menurutnya, kebijakan yang diambil oleh pihak maskapai penerbangan untuk menetapkan tarif mencapai jumlah Rp2 juta, bahkan lebih untuk jurusan Jakarta – Padang, memberikan dampak positif kepada usaha angkutan bus.
Apalagi, kini pengusaha bus telah melakukan inovasi, terutama untuk bus kelas eksekutif yang memberikan rasa aman dan nyaman sesuai selera pasar. Bahkan, kini bus juga telah didesain memiliki bagasi yang luas, sehingga tidak ada lagi barang-barang yang diletakkan di atas bus.
“Sekarang naik bus seperti naik pesawat, excecutive class sudah memiliki AC, televisi, toilet, dan barang-barang aman di dalam bagasi. Perbedaan yang jelas terlihat itu, naik bus bagasi tidak bayar, sementara naik pesawat bagasi harus bayar. Untuk itu, lebih baik naik bus,” ujarnya.
Budi menjelaskan, peningkatan penumpang yang terjadi untuk angkutan bus ini, terlihat pada jurusan Jakarta, Medan, Bengkulu, Jambi, menuju ke Padang.
Masing-masing PO ada yang menambahkan rute, dari 1-2 sehari, kini di momen mudik Lebaran tambah menjadi 4-7 rute per hari. Artinya, telah terjadi peningkatan angkutan bus melebihi 50 persen.
Dengan adanya peningkatan penumpang pada momen lebaran tahun ini, Organda menyebutkan, jauh-jauh hari tiket bus telah full booking, bahkan terhitung sejak sebulan yang lalu atau bertepatan pada awal Ramadan.
“Kalau kita semua bus yang beroperasi itu, untuk AKAP ada 191 unit, di sini bus yang dimaksud terdaftar di Sumatra Barat, seperti NPM, ANS, Cemerlang, Family Raya, dan sejumlah PO lainnya. Lalu ada 1.967 unit untuk angkutan antara kabupaten dan kota provinsi, serta ada 205 unit taksi yang beroperasi dalam kondisi fisik masih bagus,” jelasnya.
Organda melihat, dengan adanya ketersediaan angkutan umum tersebut, dinilai cukup dan akan mampu melayani lonjakan penumpang, termasuk bus pariwisata, pada momen mudik Lebaran.
“Soal tarif memang ada kenaikan 20 persen dari hari biasa. Alasan dinaikkan, ialah kebutuhan tinggi untuk bus, khusus yang naik itu kendaraan eksekutif atau kelas bisnis. Hal ini diserahkan ke pengusaha. Beda dengan tarif ekonomi, tidak ada kenaikan tarif, karena sudah ada ketentuannya,” ungkapnya.
Budi menyebutkan, melihat terjadinya lonjakan penumpang, dan hingga sekarang tidak ada penumpang yang mengeluh terhadap layanan angkutan umum seperti bus.
Bagi Organda, hal ini karena kondisi kendaraan bus yang beroperasi pada mudik Lebaran di atas standar, sehingga kenyamanan diutamakan.
“Kini, naik bus sangat nyaman, ada pengaman bus dan juga jaminan keselamatan bagi penumpang dari Jasa Raharja atas tiket yang dibeli. Hal ini perlu saya sampaikan juga, karena kini penumpang itu sangat selektif, sehingga pengusaha tidak akan mengoperasikan bus yang dikhawatirkan dapat membahayakan penumpang,” pungkasnya.