Cegah Konvoi, Pengumuman Kelulusan SMA Dilakukan Sore Hari

Editor: Mahadeva

LAMPUNG – Sekolah Menangah Atas di Kabupaten Lampung Selatan memilih mengumumkan kelulusan siswanya di sore hari.

Drs. Suratijo,M.Pd, Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Bakauheni,Lampung Selatan – Foto Henk Widi

Drs. Suratijo, M.Pd, Kepala SMA Negeri 1 Bakauheni menyebut, pengumuman dilakukan secara online atau Dalam Jaringan (Daring). Dengan cara tersebut, siswa tidak harus datang ke sekolah untuk mendapakan pengumuman kelulusan. SMA Negeri 1 Bakauheni, disebutnya, mengumumkan kelulusan di website https://smabakauhenilampungselatan.blogspot.com. Pengumuman melalui website sekolah tersebut, dikeluarkan pada pukul 16.00 WIB.

Berbeda dengan sekolah lain, siswa kelas XII di SMAN 1 Bakauheni hanya ada 29 orang. Pada tahun ajaran 2018/2019, sekolah tersebut pertama kali mengikutkan siswanya pada ujian nasional. “Pada tahun ini SMAN 1 Bakauheni pertama kali siswa kelas XII mengikuti ujian nasional dengan prediksi kelulusan seratus persen sesuai harapan sekolah sebagai lulusan pertama dari sekolah kami,” ungkap Drs.Suratijo kepada Cendana News, Senin (13/5/2019).

Suratijo menyebut, hasil koordinasi dengan Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Lampung Selatan (Lamsel). Rata-rata sekolah mengumumkan kelulusan melalui website dan media sosial masing-masing sekolah.

Kesepakatan utama yang dihasilkan MKKS adalah, pengumuman kelulusan dilakukan 13 Mei 2019 mulai pukul 00.00 WIB hingga pukul 24.00 WIB. Tujuannya, siswa akan menerima hasil pengumuman tidak dengan berkumpul di satu daerah. Sejumlah sekolah bahkan memilih mengumumkan saat sore hari hingga malam hari.

Pengumuman dilakukan sore hari, untuk meminimalisir aksi siswa melakukan konvoi di jalanan. Di wilayah Lamsel, sejumlah titik kumpul favorit diantaranya Menara Siger, jalan pesisir, jalan lintas Sumatera dan Jalan lintas Timur mendapatkan pantauan.

Selain himbauan sekolah, Jajaran Polsek Penengahan juga mengantisipasi konvoi siswa di jalanan. Aipda Nurkholis, Kanit Binmas Polsek Penengahan menyebut, meski pengumuman dilakukan sore hingga malam hari, siswa masih mendatangi sekolah. Siswa datang ke sekolah bukan untuk melihat pengumuman, melainkan berkumpul bersama teman-temannya. Masih dijumpai aksi mengecat baju dengan cat minyak dan spidol. “Personil berjaga di titik yang rawan digunakan untuk konvoi, agar tidak mengganggu pengguna jalan,” terang Nurkholis.

Lihat juga...