Pertanian di Balikpapan Kekurangan SDM
Editor: Mahadeva
BALIKPAPAN –Kota Balikpapan kekurangan Sumber Daya Mansuia (SDM) pertanian. Hal tersebut menjadi salah satu kendala, yang dihadapi kelompok tani di daerah tersebut.
Karena kurangnya tenaga, kelompok tani harus mencari tenaga dan mengeluarkan biaya Rp100 ribu perhari. Tenaga tersebut digunakan saat petani membutuhkan tenaga yang banyak. “Kendala yang kami hadapi dalam menanam adalah hama, banjir kalau hujan deras, dan tenaga tani yang kurang,” kata Paimun, Anggota Kelompok Tani Sehat Sejahtera Kota Balikpapan, Senin (13/5/2019).
Di areal tanam yang berada di Kelurahan Manggar Baru, Paimun menanam komoditas hortikultura seoerti cabai, kacang panjang, sawi, singkong, ubi dan jagung manis. “Luas areal tanam kami, yang dikelola satu kelompok tani seluas satu hektare,” tandasnya, yang saat ditemui didampingi Ketua Kelompok Tani Sehat Sejahtera Kota Balikpapan, Siti Aminah.
Tanaman hortikultura ditanam dengan pupuk organik. Pupuk yang digunakan adalah hasil pengolahan sendiri. “Tidak menggunakan pestisida, meracik pupuk organik sendiri. Saya tidak tergantung pupuk pemerintah,” pungkas pria yang sudah menjadi petani sejak 2005 silam.
Mengenai pemasaran, Siti Aminah mengatakan, dalam penjualan tidak mengalami kendala karena sudah ada pasar. “Tidak ada kendala dalam penjualan, karena ada masyarakat yang datang membeli, kemudian tengkulak juga datang. Kadang-kadang belum dibawa ke pasar sudah habis,” sambungnya.
Kendala yang dihadapi hanya cuaca hujan yang berpotensi banjir dan bisa merusak tanaman. Kemudian ancaman hama. “Kalau tanam, kami juga melihat pasar. Misal sayur itu anjlok harganya nah, kita tanam agar ketersediaan tetap ada dan harga stabil,” imbuh Paimun.