BI Buka 19 Titik Kas Keliling Penukaran Uang di Sumbar
Editor: Mahadeva
PADANG – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Barat membuka kantor kas keliling pelayanan penukaran uang. Layanan untuk kebutuhan Lebaran tersebut dilakukan dengan mengandeng perbankan di wilayah tersebut.
Kepala Kantor Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Barat, Wahyu Purnama A, mengatakan, penukaran uang baru merupakan kegiatan tahunan. Seakan sudah menjadi tradisi di Sumatera Barat, masyarakat membagi-bagikan uang kepada sanak saudara, keluarga saat berlebaran.
“Kami sangat mengetahui budaya manambang, yang menjadi bagian yang tidak terpisahkan saat lebaran tiba. Apalagi, fenomena mudik atau pulang kampung tidak sah rasanya jika tidak memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi sanak saudara, apalagi anak-anak sangat menanti moment ini,” tutur Wahyu, Selasa (7/5/2019).
Bank Indonesia membuka kas keliling di 19 titik, rincianannya, tujuh lokasi di Padang dan 12 lokasi di kabupaten dan kota lain di Sumbar. Layanan di 19 lokasi tersebut, Pasar Siteba pada 7 Mei, Pasar Lubuk Buaya (9/5/2019). Di Pelataran parkir BRI Sijunjung Gedung GPK Sawahlunto, Pelataran parkir BRI Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya, Pelataran parkir BRI Sei Rumbai, Kabupaten Dharmasraya (11/5/2019). Di Pasar Gaung (14/5/2019).
Selanjutnya di Masjid Baitul Makmur Belimbing (16/5/2019), Pelataran parkir Balaikota Pariaman, Pelataran parkir Kantor Bupati Pasaman Barat, Pelataran parkir Kantor Bupati Pesisir Selatan, Area halaman Penginapan Bagus, Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan (18/5/2019). Kampus UPI, Lubeg (21/5/2019), Kampus BRI, Pasar Baru (23/5/2019).
Di Taman Kota Padang Panjang, Lapangan Cindua Mato, Batusangkar, Lapangan Kantin, Bukittinggi, Pelataran parkir Kantor Bupati Lama, Payakumbuh (25/5/2019). Masjid Raya Sumatera Barat (27-29/5/2019). “Semuanya, dibuka mulai pukul 08.30 hingga 12.00 WIB,” terangnya.
Jumlah lokasi kas keliling di Ramadan tahun ini mengalami peningkatan. Tahun lalu yang hanya tersebar di lima lokasi mencakupi Kota Padang dan beberapa kabupaten dan kota. “Masifnya kegiatan layanan penukaran kali ini, merupakan bentuk sinergi dan kerja sama Bank Indonesia dengan perbankan di Sumatera Barat. Tak hanya itu, kita juga telah menyiapkan modal kerja sebesar Rp4,6 triliun untuk memenuhi kebutuhan pecahan kecil selama Ramadan dan Lebaran. Itu meningkat delapan persen dibandingkan modal kerja tahun lalu,” ungkapnya.
Bank Indonesia menerapkan mekanisme penukaran melalui layanan kas keliling, demi kelancaran dan kenyamanan masyarakat. Untuk itu masyarakat perlu memperhatikan beberapa persyaratan penukaran uang. Uang pecahan yang diterima adalah Rp100ribu dan Rp50ribu. Kemudian, uang pecahan kecil yang disediakan untuk penukaran adalah Rp20ribu, Rp10ribu, Rp5ribu dan Rp2ribu.
“Kemudian, sebelum melakukan penukaran, uang pecahan besar agar dirapikan dan disusun sesuai urutan pecahan, lalu memperhatikan keamanan saat menuju atau meninggalkan lokasi kegiatan penukaran,” ulasnya.
Dengan banyaknya layanan kas keliling, masyarakat diminta tidak menukarkan uang melalui jasa perorangan karena berisiko.Salah satunya ada kemungkinan diselipkannya uang palsu, jumlah lembar tidak sesuai, dan adanya biaya tambahan sebagai biaya jasa. “Untuk itu, tukarlah uang di bank atau sarana kas keliling Bank Indonesia karena lebih aman, uang dijamin asli, jumlahnya sesuai dan gratis tanpa dipungut biaya,” pungkasnya.