Beredar di Medsos, JTTS Bakter Mulai Dikenai Tarif 17 Mei

Editor: Mahadeva

LAMPUNG – Jalan Tol Trans Sumatera ruas Bakauheni Terbanggibesar mulai dikenakan tarif berbayar pada 17 Mei 2019.

Informasi penerapan tarif tersebut sudah tersebar di media sosial. Namun demikian, belum ada pengumuman resmi dari PT. Hutama Karya (HK) selaku pengelola JTTS ruas Bakauheni – Terbanggibesar (Bakter) sepanjang 140,9 Kilometer (km) tersebut.

Hariyanto, salah satu pengemudi kendaraan ekspedisi Jawa dan Sumatera – Foto Henk Widi

Haryanto, salah satu pengendara truk ekspedisi menyebut, truk kontainer yang dikemudikannya masuk golongan V. Sesuai dengan tarif yang ditetapkan, harus membayar Rp224.500. Tarif tersebut dinilainya masih termasuk mahal. Dengan demikia, Dia harus mengatur uang jalan selama mengirim barang dari Sumatera ke Jawa. Dengan penerapan tarif, Haryanto berencana kembali menggunakan Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum).

“Bagi kendaraan yang ditanggung perusahaan, tarif tol cukup ringan.  Namun bagi pengemudi kendaraan ekspedisi seperti kami, dibanding untuk membayar tol lebih baik untuk uang makan,” terang Hariyanto kepada Cendana News, Kamis (9/5/2019).

Hariyanto mengaku informasi tol berbayar didapat dari layanan grup WhatsApp sesama sopir ekspedisi. Dalam pesan yang beredar, tarif tol JTTS ditentukan dengan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) No.385/KPS/M/2019, tentang penetapan jenis golongan kendaraan bermotor dan besar tarif jalan tol Bakauheni-Terbanggi Besar.

Tarif kendaraan di ruas Tol Bakter, golongan I sebesar Rp112.500, golongan II Rp168.500, Golongan III Rp168.500 dan golongan V ditentukan sebesar Rp224.500. “Informasi yang saya peroleh memang masih belum pasti, namun menurut pengemudi tarif yang ditentukan masih cukup mahal,” beber Hariyanto.

Pengemudi kendaraan ekspedisi lain, Imam Prasojo, menyebut, Dia memilih melintas di jalan tol dengan pertimbangan waktu. Barang yang dibawa ke Jakarta harus tiba Kamis (9/5/2019) sore. Pilihan tol pertimbangan masih belum berbayar.

Saat jalan tol ditetapkan berbayar, Imam memilih menggunakan Jalinsum, meski jarak tempuh lebih lama. Penggunaan jalan tol diakui, masih dihantui ketakutan ban pecah. Kemudian belum adanya rest area dan fasilitas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Melintas di jalan tol saat malam hari, juga masih sangat berisiko karena belum dilengkapi lampu penerangan yang memadai.

Sementara itu, khusus pada masa arus mudik dan balik Lebaran 2019, akan ada tambahan gerbang tol sementara di simpang susun Terbanggibesar menuju ruas Terbanggibesar-Pematangpanggang dan sebaliknya.

Hanung Hanindito,Kepala Cabang PT.Hutama Karya pengelola ruas JTTS Bakauheni- Terbanggibesar – Foto Henk Widi

Penjualan kartu uang elektronik akan mulai dijadwalkan kembali 16 Mei hingga 16 Juni 2019, dengan harga penjualan kartu Rp25.000 dengan saldo Rp0. Beberapa gerbang akan menjadi prioritas diantaranya gerbang Kotabaru, Tegineneng Timur, Gunung Sugih, Terbanggibesar, tambahan gerbang terbanggibesar yang bepotensi memiliki peminat pembeli lebih besar.

Ketersediaan kartu uang elektronik di setiap bank disiapkan oleh sejumlah bank meliputi bank BNI sebanyak 10.000 kartu, BRI sebanyak 10.000 kartu dan Mandiri 10.000 kartu. Selain penyiapan kartu uang elektronik tambahan pihak Hutama Karya juga akan menyiapkan sejumlah rest area yang akan disiapkan untuk arus mudik dan balik lebaran diantaranya di KM 33, KM 87 dan KM 116.

Terkait informasi pengenaan tarif, Kepala Cabang PT. Hutama Karya Hanung Hanindito menyebut, risalah rapat tersebut hanya dilakukan untuk antisipasi arus mudik dan balik 2019. Ia juga menegaskan belum memberi pernyataan resmi terkait pemberlakuan tarif pada 17 Mei tersebut. Meski sudah beredar di sejumlah media sosial, Dia juga belum bisa memastikan kepastian pemberlakuan tarif di JTTS ruas Bakter.

Lihat juga...