Penerimaan Mahasiswa Baru 2019, Unud Gunakan Sistem UTBK

Editor: Satmoko Budi Santoso

BADUNG – Universitas Udayana (Unud) membuka penerimaan mahasiswa baru jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).

Rektor Universitas Udayana, Prof. Dr. dr. Anak Agung Raka Sudewi, mengatakan, para calon mahasiswa jalur SBMPTN akan mendapat dua materi ujian yang hasilnya bisa dipakai menentukan program studi yang dipilih.

Menurutnya, pelaksanaan SBMPTN tahun ini, dalam seleksi penerimaan calon mahasiswa berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Tahun 2019, penerimaan mahasiswa baru S1 pada SBMPTN akan dilaksanakan 100% melalui sistem Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK).

“Ini berbeda dengan tahun sebelumnya yang masih ada berbasis cetak. Untuk SBMPTN sekarang sudah berbasis komputer. Ini sebagai upaya transparansi dalam penerimaan mahasiswa baru,” ucap Prof. Dr. dr. Anak Agung Raka Sudewi, Kamis (11/4/2019).

Yang dimaksud dengan transparan, menurut Raka Dewi, dalam tes kali ini tidak ada tekanan, permainan, dan juga permintaan tertentu. Bahkan hasil tes yang dijalani oleh calon mahasiswa langsung keluar 10 hari setelah tes berlangsung.

Di sisi lain, Ujian Tes Berbasis Komputer (UTBK) ini, jauh lebih fleksibel dibanding ujian yang masih berbasis kertas atau ujian tulis. Pasalnya, dalam ujian ini, calon mahasiswa bisa memilih waktu yang tepat untuk mengikuti ujian.

Hal ini dikarenakan pihak Universitas Udayana sudah menyediakan dua sesi (pagi dan sore) pada Sabtu dan Minggu mulai 13 April hingga 25 Mei 2019 nanti.

“Kalau dulu dipatok satu hari. Tapi kali ini, calon mahasiswa bebas memilih waktu yang tepat untuknya dalam mengikuti ujian atau tes. Selain itu, efisien karena berbasis digital dan bisa dilihat di mana, kapan saja,” katanya.

Menurut Raka Sudewi, calon mahasiswa yang sudah terdaftar melalui jalur SBMPTN saat ini tercatat mencapai 15.216 orang. Untuk mengakomodir para calon, pihaknya menyediakan lokasi tes yakni masing-masing di Universitas Udayana, ISI Denpasar, Politeknik Negeri Bali (di Jalan Raya Uluwatu, Jimbaran, Kuta Selatan).

Pihak Udayana sendiri selaku panitia pelaksana akan menyediakan 37 ruang yang tersebar di tiga lokasi itu dengan menyediakan komputer sebanyak 1.000 unit.

“Semuanya sudah kami koordinasikan dan siap menyelenggarakan tes. Termasuk dari pihak jaringan, tim kesehatan, dan stake holder lainnya. Termasuk dengan PLN, kami meminta agar tidak terjadi pemadaman saat proses seleksi berlangsung. Jadi kami benar-benar siap dalam pelaksanaannya nanti,” tuturnya.

Mengenai soal tes, menurut Raka Sudewi, materi tes meliputi kemampuan skolastik yang bisa dijadikan patokan bagi calon mahasiswa untuk memilih program studi. Kemudian tes kedua adalah tes kemampuan akademik (TKA) yang sudah dipersiapkan oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi Negeri (LTMPTN) yang berpusat di Jakarta. Tim LTMPTN di dalamnya diisi oleh rektor perguruan tinggi seluruh Indonesia.

“Memang hanya dua materi saja. Tapi, dalam materi ini tentu mampu memprediksi program studi yang memang benar-benar sesuai dengan kemampuan atau pun yang sesuai dengan calon mahasiswa bersangkutan,” pungkas Raka Sudewi.

Lihat juga...