Pangdam Bukit Barisan: Bios 44 Memiliki Banyak Manfaat Bagi Pertanian
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
PADANG — Panglima Kodam (Pangdam) I/Bukit Barisan, Mayor Jenderal TNI Mohamad Sabrar Fadhilah mengajak seluruh jajaran TNI, Polri, Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat untuk menggunakan Bios 44. Selain mampu mengurai mikro organisme menjadi bahan pupuk, juga memiliki banyak manfaat di bidang pertanian, perikanan.

“Bahkan bermanfaat di bidang peternakan dan tidak berbahaya bagi tumbuhan, hewan maupun manusia,” ujarnya saat mengunjungi Demplot Bios 44 Koramil jajaran Kodim 0312 Padang di Pasar Ambacang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat, Rabu (10/4/2019).
Mayor Jenderal TNI Mohamad Sabrar Fadhilah juga menyebutkan penemuan Bios 44 berawal dari adanya permasalahan kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan. Sebelum 2006, kerap terjadi kabut asap. Hal itu mengganggu persiapan Asian Games 2018 dan TNI kemudian bekerja sama dengan Prof. Muhammad Tamim Pardede, pakar biokimia molekular, sehingga ditemukan lah Bios 44.
“Jadi Bios 44 yang merupakan paduan mikro organisme akan memperkecil hingga menutup rongga-rongga lahan gambut. Karena itu, lahan tersebut tidak akan mudah terbakar. Ternyata dapat digunakan berbagai hal termasuk untuk penyelamatan Danau Maninjau,” katanya.
Ia menyebutkan, inovasi itu sebenarnya sangat sederhana. Bahan-bahan yang dipakai mudah didapat. Misalnya, air, ragi, susu bubuk, cornet beef, dan gula pasir.
“Waktu pembuatan sekitar satu bulan,” tambahnya.
Sementara itu Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah mengatakan, saat ini Kota Padang memiliki lahan pertanian, peternakan dan perkebunan yang cukup luas. Perkebunan sekitar 2/3 Kota Padang dengan luas sawah sekitar 6.000 Hektare.
“Pada tahun ini, Pemerintah Kota Padang akan berfokus pada daerah pertanian konsep perkotaan padat teknologi,” jelasnya.
Ia menambahkan, saat ini Kota Padang hanya mampu menyediakan 30 persen kebutuhan pangan masyarakat. Sebanyak 70 persen sisanya berasal dari luar daerah. Kondisi ini terjadi akibat berkurangnya lahan produksi.
“Penemuan Bios 44 ini, akan dapat meningkatkan hasil produksi pertanian di Kota Padang sehingga dapat mengurangi suplai pangan dari daerah lain,” jelas Mahyledi.
Salah seorang petani sawah dari kelompok Tani Kami Saiyo Romeo mengatakan, penggunan Bios 44 ini dapat membantu masyarakat untuk meningkatkan hasil pertanian. Disamping itu juga dapat menghemat biaya perawatan dan mendapatkan hasil melimpah.
“Dengan Bios 44 ini, batang padi sangat besar, penyemprotan tidak ribet dan bisa mengurangi hama tikus,” jelas Romeo.