Aparat di Sikka Imbau Masyarakat Gunakan Hak Pilih
Editor: Satmoko Budi Santoso
MAUMERE – Dari 187.672 pemilih yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilkada Sikka tahun 2018 lalu, yang menggunakan hak pilihnya hanya sebesar 82,4 persen saja atau sekitar 154.642 sementara 33 ribu pemilih lainnya tidak menggunakan hak pilih.
Sementara itu DPT pemilu tahun 2019 ditetapkan sebanyak 188.464 orang yang terdiri dari laki-laki sebanyak 86.477 dan perempuan sebanyak 101.987 orang. Jumlah tersebut pun masih menunggu angka pasti jumlah pemilih yang pindah memilih sampai batas akhir pendaftaran tanggal 10 April 2019.
“TNI dan Polri berkomitmen untuk menjaga serta menjamin keamanan seluruh masyarakat Indonesia dalam pesta demokrasi Pemilu pada hari Rabu tanggal 17 April 2019 nanti,” sebut Kapolres Sikka AKBP Rickson PM Situmorang, SIK, Rabu (10/4/2019).

Dalam imbauan bersama terkait Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) yang ditandatangani juga oleh Danlanal Maumere Kolonel Marinir Sumantri dan Dandim 1603 Sikka, Letkol Inf. Sugeng Prihatin, SS, MSc, ketiganya meminta agar masyarakat berpartisipasi menyukseskan pemilu tahun 2019.
“Imbauan ini dilakukan dalam rangka menjaga situasi Kamtibmas yang aman, damai dan sejuk dalam pemilu nasional. Serta menyukseskan pemilu secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil dengan tingkat partisipasi pemilih yang tinggi,” terangnya.
Pemilihan umum Rabu tanggal 17 April nanti, tambah Rickson, merupakan wujud pesta demokrasi sebagai upaya untuk menyukseskan pembangunan nasional yang berkelanjutan. Juga untuk menyejahterakan rakyat Indonesia.
“Dalam pesta demokrasi ini kita akan memilih presiden dan wakil presiden serta wakil-wakil rakyat baik di DPD, DPR RI, DPRD Provinsi maupun DPRD kabupaten atau kota,” tuturnya.
Oleh karena itu, lanjut Rickson, jajaran TNI dan Polri mengimbau dan mengajak masyarakat yang telah memiliki hak pilih untuk datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS).
“Kami mengimbau agar masyarakat datang ke TPS yang telah ditentukan dan menggunakan hak pilih dengan sebaik-baiknya sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tuturnya.
Sementara itu, Dance Gera, warga kota Maumere berharap, agar kejadian saat pemungutan suara di Pilkada 2018 lalu tidak terulang. Saat itu banyak masyarakat yang tidak bisa menggunakan hak pilih walau sudah datang ke TPS.
“Saat Pilkada lalu banyak yang tidak bisa memilih karena meskipun datang sejak awal, namun dalam satu TPS ada 500 pemilih. Dengan demikian banyak yang belum memilih karena sudah lewat jam 12.00 WITA,” ungkapnya.
Selain itu, banyak TPS yang kekurangan surat suara sehingga ketika dirinya protes, kata Dance, warga yang tidak bisa menggunakan hak pilih akhirnya mendapatan kesempatan. Surat suaranya pun ditambah.