Minim Kontribusi, BUMD di Bekasi Jadi Sorotan Publik
Editor: Koko Triarko
BEKASI – Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, berharap ada inovasi dan daya saing serta peningkatan kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Sinergi Patriot, guna mendukung upaya mewujudkan kemakmuran daerah melalui kontribusi PAD, baik dalam bentuk deviden atau pajak.
“BUMD harus dapat mewujudkan kemakmuran dan mensejahterakan masyarakat,” kata Tri Adhianto, usai membuka Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT. Sinergi Patriot, di Kota Bekasi, Kamis(11/4/2019).
Menurutnya, secara makro peranan BUMD terhadap perekonomian daerah dapat diukur melalui kontribusi nilai tambahnya terhadap Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB), dan kemampuannya menyerap tenaga kerja.
Artinya, imbuh dia, BUMD memiliki peran terhadap pertumbuhan dan perkembangan perekonomian di Bekasi, sehingga mampu mengurangi angka pengangguran.
Menurutnya, jika perusahaan dikelola secara profesional, proporsional dan memahami benar pentingnya manajemen organisasi yang sehat, maka perusahaan tersebut akan berkembang dan meraup laba yang besar.
Diakuinya, saat ini BUMD Kota Bekasi masih menjadi sorotan publik, mengingat selama dibentuk, kontribusi BUMD masih minim terhadap peningkatan PAD dibandingkan penyertaan modal dari Pemerintah Kota Bekasi yang cukup besar.
“Tentunya kehadiran BUMD sangat disorot publik, BUMD ini diharapkan bisa memberikan kontribusi positif dan menjadi salah satu sumber PAD bagi Pemerintah Kota Bekasi,” ujar Tri Adhianto.
Dia berharap, BUMD yang dibentuk oleh daerah tidak mengalami kegagalan, bahkan menjadi salah satu masalah bagi keuangan daerah. Jika hal tersebut terjadi, maka BUMD bukan hanya gagal menjadi sumber penerimaan, tetapi juga dapat membebani keuangan daerah.
“Saya ingin BUMD berhasil, jangan sampai gagal dan akhirnya membebani keuangan daerah,” tegasnya.
Ia meminta seluruh peserta RUPS merumuskan dengan baik dan menerapkan strategi pengembangan usaha yang memiliki inovasi dan aman. Di samping memantapkan struktur permodalan yang sehat dan memiliki daya saing kuat, juga melakukan pembenahan-pembenahan, agar mampu bekerja secara optimal.
Dalam pertemuan tersebut, membahas berbagai agenda penting dan strategis, seperti penetapan anggaran dasar dan rencana bisnis (bussines plan) perusahaan, serta menyempurnakan dan mengubah komposisi pernyertaan modal dan pemegang saham serta Rencana Bisnis 2019.