Kapal Tenggelam di Labuhan Maringgai, Seluruh ABK Selamat
Editor: Satmoko Budi Santoso
LAMPUNG – Sebuah kapal motor (KM) penangkap cumi dengan nama lambung KM Tetap tenggelam di perairan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur (Lamtim).
Kepala unit siaga SAR Bakauheni, Feriansyah menyebut, informasi musibah tenggelamnya kapal penangkap cumi tersebut diperoleh dari pihak kepolisian Lampung Timur yang meneruskan informasi dari Pengurus Komunitas Obor Kapal Cumi.
Berdasarkan informasi awal dan lokasi kejadian musibah (LKM) personel unit siaga SAR Bakauheni langsung dikerahkan ke lokasi.
Feriansyah menyebut, merespon kejadian tersebut, unit siaga SAR Bakauheni mengerahkan personel untuk melakukan langkah evakuasi. Sebanyak 5 personel serta nelayan yang berada di Dusun Muara Piluk, Desa Bakauheni, Kecamatan Bakauheni langsung meluncur mempergunakan perahu Rigid Inflatable Boat (RIB) ke lokasi kejadian musibah.

Ia menyebut jarak antara lokasi musibah dan unit siaga Bakauheni ditempuh dengan menyusuri perairan Kecamatan Ketapang hingga wilayah Labuhan Maringgai Lampung Timur.
Beruntung kondisi cuaca dalam kondisi bersahabat sehingga perjalanan berjalan lancar. Sesampainya di lokasi kejadian musibah, Feriansyah menyebut langsung berkoordinasi dengan sejumlah nelayan yang sedang melintas.
Sejumlah kapal motor nelayan disebutnya juga ikut terlibat melakukan proses pencarian yang sebagian besar merupakan nelayan dari pelabuhan Muara Gading Mas, Kecamatan Labuhan Maringgai.
“Kami melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian Lampung Timur, sejumlah nelayan penangkap ikan dan cumi terkait musibah perairan tersebut yang diduga diakibatkan oleh kerusakan pada bagian kapal,” terang Feriansyah, kepala unit siaga SAR Bakauheni dalam keterangan yang diterima Cendana News, Senin (1/4/2019).
Feriansyah menerangkan, kronologis musibah tersebut terjadi saat KM Tetap yang merupakan nelayan penangkap cumi berlayar di perairan Labuhan Maringgai. Kapal yang membawa sebanyak 9 anak buah kapal atau person on board (POB) diduga mengalami kebocoran pada bagian kapal.
Akibat kebocoran tersebut kapal tidak bisa diselamatkan karena terbalik dan tenggelam. Sebelum tenggelam seluruh anak buah kapal dan nahkoda sempat naik ke lambung kapal.
“Pada kondisi seluruh ABK dan Nahkoda naik ke lambung kapal yang mengapung mereka masih sempat menghubungi rekannya yang berada di daratan,” terang Feriansyah.
Tanpa merinci nama-nama kesembilan nelayan yang mengalami musibah kapal tenggelam tersebut, Feriansyah menyebut seluruh nelayan KM Tetap bisa diselamatkan.
Ia menyebut seluruh ABK KM Tetap bisa dievakuasi oleh sejumlah nelayan dan pihak terkait, sementara diselamatkan ke Pulau Dua yang tidak jauh berada di sekitar lokasi kejadian musibah. Sejumlah nelayan yang merupakan warga Pulau Dua diakuinya berhasil menyelamatkan kesembilan nelayan penangkap cumi.
Selanjutnya para nelayan penangkap cumi dievakuasi ke Labuhan Maringgai Lampung Timur. Proses selanjutnya para nelayan tersebut langsung mendapat penanganan dari petugas medis yang disiapkan.
Ia menyebut meski kondisi perairan timur Lampung dalam kondisi baik, namun kondisi kapal nelayan yang kurang baik bisa berakibat insiden kecelakaan di laut. Ia mengimbau agar nelayan tetap melakukan pemeriksaan terhadap kapal yang akan digunakan untuk melakukan penangkapan ikan di laut.