Kaltim Realisasikan Program Beasiswa Tuntas
Editor: Mahadeva
SAMARINDA – Pemprov Kalimantan Timur siap merealisasikan program beasiswa tuntas dan stimulan, untuk mendukung pencetakan Sumber Daya Manusia berkualitas.
Beasiswa tuntas diberikan kepada 200 penerima pertahun. Sehingga, lima tahun ada 1.000 penerima. Mereka dibiayai pendidikannya hingga tuntas oleh Pemprov Kalimantan Timur (Kaltim). Sedangkan beasiswa stimulan adalah, program beasiswa secara khusus yang diberikan kepada penerima berprestasi dan membutuhkan beasiswa di tengah studi.
“Beasiswa tuntas ini jika betul-betul dikelola dengan baik dan profesional, maka Kaltim selama lima tahun ke depan akan mencetak seribu Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas,” terang Wakil Gubernur Kaltim, Hadi Mulyadi, Kamis (25/4/2019).
Adapun syarat untuk menerima beasiswa tuntas, harus terdaftar terlebih dahulu sebagai mahasiswa. Kemudian, beasiswa diberikan selama menjalani pendidikan sesuai kebutuhan.
Mereka yang menerima beasiswa, harus memiliki keahlian dan kemampuan yang dibutuhkan guna mendukung pembangunan Kaltim. “Tim akan menyeleksi betul-betul. Setiap jurusan berapa yang diberikan. Mulai bidang pendidikan, pertanian, kesehatan hingga kedokteran,” jelasnya.
Beasiswa tuntas akan memberlakukan kesepakatan dinas, mereka yang menerima beasiswa harus mengabdi untuk Kaltim. Jika memang tidak bisa mengabdi bagi Kaltim, maka penerima beasiswa wajib mengembalikan biaya yang diterimanya selama pendidikan.
Terkait dengan mahasiswa yang kini belajar di Rusia, tetap menjadi perhatian Pemprov Kaltim dalam program Beasiswa Tuntas. “Karena mereka awalnya sudah belajar dan dibiayai oleh pemerintah daerah, selayaknya harus tuntas diselesaikan. Ini menjadi perhatian kami dan harus tuntas. Ketika mereka kembali tentu harus diberdayakan,” urainya.
Rencananya, tahun ini Pemprov akan menganggarkan Beasiswa Kaltim Tuntas (BKT) sebesar Rp90 miliar. Sekira Rp32 miliar dialokasikan untuk menyelesaikan pembiayaan mahasiswa yang saat ini sedang belajar di luar negeri hingga tuntas. Sedangkan sisanya Rp58 miliar, dialokasikan untuk beasiswa tuntas 2019.
Hadi menyebut, Pemprov Kaltim akan membentuk Badan Pengelola Beasiswa Kaltim Tuntas (BPBKT). Lembaga tersebut bertugas sebagai pengawas dalam penyaluran bantuan. Tahun ini program siap direalisasikan kepada penerima beasiswa.
“BPBKT diharapkan diisi orang yang paham tentang dunia pendidikan serta permasalahannya. Memiliki pengalaman, serta mampu merasakan dan melaksanakan bagaimana pendidikan yang baik. Insyaallah April ini sudah kita bentuk,” tandasnya.