Jelang Ramadan, Panen Kakao Untungkan Petani Lamsel

Editor: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Panen penyelang komoditas kakao atau kerap dikenal kopi coklat di Lampung Selatan (Lamsel) mulai berlangsung sejak pertengahan April tahun ini.

Panen yang berlangsung menjelang bulan suci Ramadan tersebut memberi keuntungan bagi sejumlah petani termasuk penyintas tsunami di Kecamatan Rajabasa.

Hamdan, salah satu warga Desa Way Rajabasa mengungkapkan, warga pemilik kebun kakao melakukan pemanenan secara bertahap.

Musim panen penyelang disebut Hamdan cukup menguntungkan baginya. Sebab usai dilanda bencana tsunami Selat Sunda akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) ia tidak sempat merawat tanaman kakao miliknya.

Sebanyak tiga lahan tanaman kakao salah satunya berada tidak jauh dari pantai terimbas tsunami. Tanaman kakao yang terimbas tsunami mulai pulih sebagian kembali bisa berbuah dengan normal. Lahan lain miliknya di kaki Gunung Rajabasa bahkan memberinya hasil panen lebih banyak.

Sebanyak seratus lebih tanaman kakao menurut Hamdan bisa menghasilkan panen 20 kilogram per pekan. Total semua hasil panen jika sudah terkumpul bisa menghasilkan kakao kering sebanyak 1 ton.

Sebab panen penyelang membuat tanaman kakao tidak berbuah maksimal sekaligus munculnya sejumlah organisme pengganggu tanaman (OPT). Penurunan produksi cukup beralasan karena ia fokus membantu keluarga yang terkena bencana tsunami.

“Meski rumah yang kami tempati tidak terdampak langsung bencana tsunami namun karena ada keluarga terdampak maka fokus membantu sehingga tidak fokus merawat tanaman kakao. Beruntung hasil panen penyelang masih menjanjikan,” terang Hamdan, saat ditemui Cendana News tengah mengupas hasil panen kakao miliknya, Sabtu (27/4/2019).

Hamdan menyebut, baru bisa fokus merawat tanaman kakao miliknya saat sejumlah keluarga menempati hunian sementara (huntara) yang dibangun pemerintah. Hasil panen tanaman kakao disebutnya pada panen penyelang dijual dengan harga lebih rendah.

Sebelumnya pada panen raya harga kakao kering dengan kadar air rendah dijual seharga Rp28.000 per kilogram. Namun saat panen tahun ini harga jual hanya berkisar Rp23.000 per kilogram.

Meski harga turun Hamdan menyebut, hasil penjualan panen kakao masih bisa dimanfaatkan jelang Ramadan. Hasil panen sebanyak 50 kilogram saja ia bisa mengantongi hasil Rp1 juta dengan asumsi harga per kilogram seharga Rp20.000.

Hasil penjualan diakuinya bisa dipergunakan sebagai simpanan untuk kebutuhan bulan suci Ramadan. Selain harga anjlok ia menyebut proses penjualan komoditas kakao terkendala curah hujan tinggi. Curah hujan tinggi diakuinya mempengaruhi proses pengeringan yang lebih lama.

Penyintas tsunami yang tinggal di lokasi huntara Desa Kunjir bernama Eli Rosita mengaku, panen kakao saat ia berada di huntara selama satu bulan lebih. Sebelumnya setelah tsunami pada 22 Desember 2018 ia harus kehilangan rumah serta anaknya usia 3 tahun meninggal terseret tsunami.

Meski kehilangan tempat tinggal bersama sebanyak 137 kepala keluarga lain asal Desa Kunjir ia mulai menempati huntara.

Eli Rosita, penyintas tsunami memanfaatkan waktu dengan menjemur hasil panen kakao saat tinggal di huntara Desa Kunjir – Foto: Henk Widi

Tinggal di huntara akibat kehilangan tempat tinggal, mata pencaharian suami sebagai nelayan membuat keluarganya tidak memiliki penghasilan. Beruntung ia masih memiliki kebun yang ditanami kakao sebagai sumber penghasilan sementara.

Pada musim panen penyelang ia sudah melakukan dua kali proses pemanenan. Total sebanyak 50 kilogram hasil panen kakao disebutnya sebagian dalam proses pengeringan. Hasil penjualan kakao disebutnya bisa menjadi uang tambahan untuk kebutuhan selama berada di huntara.

“Pekerjaan suami melaut mulai ditinggalkan dan mulai mengurus kebun kakao, bisa untuk menutupi kebutuhan selama di huntara,” ujarnya.

Eli Rosita mengaku, hasil panen dari kebun menjadi harapan sebab kebutuhan pokok bantuan sudah menipis. Pada bulan Januari hingga Maret ia mengaku, sebagian besar kebutuhan pokok penyintas tsunami berasal dari posko bantuan.

Meski demikian karena stok semakin menipis ia dan sang suami harus mendapatkan penghasilan tambahan. Kebun kakao disebutnya ikut membantu kebutuhan harian baginya.

Selain itu saat Ramadan hingga hari raya Idul Fitri, kebutuhan akan bertambah sehingga hasil panen kakao bisa menjadi sumber penghasilan.

Lihat juga...