Gubernur Jateng Ingin Budaya Kenduri Dilestarikan

Editor: Satmoko Budi Santoso

BANYUMAS – Gelaran Kenduri Nusantara yang digagas para seniman di Kabupaten Banyumas mendapat apresiasi dari Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo.

Ganjar yang hadir menjelang petang mengatakan, budaya kenduri, kepungan, takiran, tumpengan dan sejenisnya supaya terus dilestarikan dan dijadikan tontonan untuk masyarakat sekitar.

“Ini merupakan tradisi yang sangat baik, tidak hanya perlu dilestarikan, tetapi juga harus ditingkatkan menjadi tontonan. Dan setelah nanti ada tuntutan maka tontonan ini, bisa menjadi salah satu ajang wisata, saya yakin Banyumas bisa mengembangkannya, karena banyak sekali seniman dan budayawan di sini,” kata Ganjar, Senin (8/4/2019).

Warga berebut gunungan hasil bumi di acara Kenduri Nusantara, Senin (8/4/2019). Foto: Hermiana E. Effendi

Lebih lanjut Ganjar menjelaskan, dalam kegiatan ini ada belasan tumpeng dan ratusan takir serta gunungan hasil bumi. Artinya, untuk membuat semua itu, masyarakat harus bergotong-royong. Sehingga dalam bentuk tumpeng, terdapat kebersamaan yang kuat.

“Budaya gotong-royong ini yang harus dilestarikan. Membuat tumbeng bersama-sama, kemudian makan bersama-sama, guyub-rukun, ini yang harus dijaga terus,” jelasnya.

Ganjar juga berpesan, agar momen pesta demokrasi tidak perlu sampai membuat perpecahan, karena semua sudah ada garisnya.

Ia menyebut, siapa nanti yang menjadi presiden dan wakil presiden sudah ditentukan oleh Yang Maha Kuasa, sehingga tidak perlu sampai terjadi keributan dan perpecahan selama proses pemilu ini.

Sementara itu, Koordinator Acara, Mulyono Citro Mandono mengatakan, acara ini dilandasi keprihatinan kondisi masyarakat yang kurang kondusif selama proses pemilu. Sehingga seniman dan budayawan menggelar acara dengan tema, Eling-Eling Sapa Eling Baliya Maning atau mengandung arti mengajak masyarakat untuk kembali ingat kepada jati diri masing-masing dan kembali hidup rukun.

“Seperti gending calung Banyumasan, mengingatkan kepada kita untuk ingat kepada jati diri sebagai orang Banyumas yang selalu guyub rukun,” tuturnya.

Usai berdoa bersama, warga yang hadir bersama-sama dengan gubernur, bupati dan pejabat lainnya makan tumpeng bersama-sama. Ganjar juga ikut membagikan takir nasi kepada yang hadir, kemudian semua makan bersama.

Acara ditutup dengan berebut gunungan hasil bumi di halaman pendopo Bumi Perkemahan Kendalisada, Banyumas.

 

 

Lihat juga...