Gianyar Dinobatkan Sebagai WCC

Editor: Mahadeva

GIANYAR – Kabupaten Gianyar akan mendapatkan predikat baru sebagai Kota Kerajinan Dunia atau World Craft City (WCC).

Wakil Bupati Gianyar Anak Agung Gde Agung Mayun.-Foto: Sultan Anshori.

Wakil Bupati Gianyar, Anak Agung Gde Agung Mayun, mengatakan, dengan penobatan tersebut, akan membuka peluang dan kesempatan bagi perajin di Gianyar untuk berinteraksi dengan perajin di dalam maupun di luar negeri.

Dampaknya, akan terjadi alih pengetahuan, alih teknologi, serta kerjasama usaha, untuk memenangkan persaingan menembus pasar global. “Sertifikat WCC rencananya diserahkan langsung oleh president World Craft Council Asia Pacific Region, Madam Ghada Hiijawi Quddumi dan Ketua Umum Dekranas Ibu Mufidah Jusuf Kalla, di Bali Agung Theatre Show- Bali Safari & Marine Park, pada Senin (22/4/2019),” Anak Agung Gde Agung Mayun, Minggu (21/4/2019).

Anak Agung Gde Agung Mayun menyebut, penyerahan sertifikat akan menobatkan Gianyar sebagai world Craft City pertama di Indonesia. “Hal ini, akan lebih mengukuhkan identitas dan jati diri, bahwa Kabupaten Gianyar dikenal sebagai pusatnya kerajinan dunia, kota kerajinan yang lahir dari talenta seni dan kreativitas perajin dan seluruh masyarakat Gianyar,” ungkap Wabup Agung Mayun.

Ketua Dekranasda Kabupaten Gianyar, Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra, mengatakan, Gianyar dinilai paling memenuhi kriteria dalam upaya pengembangan industri kerajinan, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat di Gianyar.

Penilaian yang dianggap menonjol adalah peranan pemerintah daerah bersama Dekranasda, dalam upaya mengembangkan dan melestarikan kerajinan. “Di samping itu pula, Gianyar dirasa pantas menyandang predikat kota kerajinan dunia, mengingat segala bentuk seni dan kerajinan hidup dan berkembang di Gianyar, apalagi Gianyar banyak didukung oleh seniman-seniman muda yang kreatif dan inovatif,” ujar Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra.

Menurutnya, ada tujuh kriteria  untuk dapat ditetapkan oleh WCC sebagai kota kerajinan dunia, yaitu authenticity (historical value), originality (cultural value), preservation (transgeneration value), marketability (economic value) ecofriendly (green value), internationality (global value) dan sustainability (consistency value) terhadap produk industri kerajinan di Gianyar.

Dari data yang ada, sampai dengan akhir 2018, jumlah industri kerajinan di Kabupaten Gianyar ada 36.890 unit, mampu menampung tenaga kerja sebanyak 81.946 orang. Hampir semua jenis industri kerajinan ada di Gianyar. Yang dominan seperti kerajinan kayu, emas atau perak, tenun atau endek, bambu, pangan, dan kulit.

Di samping penyerahan sertifikat WCC, rencananya diserahkan juga sertifikat Hak Kekayaan Intelektual Indikasi Geografis (HKI-IG) kerajinan Perak Celuk, oleh Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia, Anak Agung Puspayoga.

Sertifikasi HKI-IG Kerajinan Perak Celuk, mengukuhkan bahwa kerajinan perak di Desa Celuk merupakan kekayaan asli hasil cipta, rasa dan karsa para perajin di Desa Celuk. Yang diwariskan secara turun temurun oleh para tetua di Desa Celuk, dan menjadi kebanggaan karena hasil karya yang mereka ciptakan selama ini, mendapatkan pengakuan dari pemerintah.

Lihat juga...