Usaha Jasa Perbaikan Perahu di Lamsel Mulai Banjir Pelanggan
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
LAMPUNG — Tsunami yang melanda sejumlah daerah di sekitaran selat sunda turut membuat sebagian besar perahu atau sampan milik nelayan mengalami kerusakan. Mulai dari rusak ringan hingga berat. Nelayan yang keterbatasan modal, mulai melakukan perbaikan secara mandiri. Sedangkan yang memiliki cukup modal memanfaatkan jasa perbaikan perahu.
Hasran (45), salah satu penyedia jasa perbaikan atau tukang perahu menyebutkan, perahu yang rusak sangat beragam. Di antaranya bagan mini, bagan congkel, perahu katir atau perahu sayap.
“Bagian yang kerap ditemui rusak yakni di bagian lunas, dinding perahu hingga instalasi lampu penerangan,” terangnya kepada Cendana News, Selasa (5/3/2019).
Disebutkan, bagi pemilik perahu tangkap yang memiliki modal cukup perbaikan disebutnya dilakukan sejak awal Januari. Bahkan ia juga kerap menerima pesanan perbaikan dengan sistem borongan. Nilai borongan disepakati antara pemilik dan penyedia jasa perbaikan termasuk sejumlah kebutuhan yang diperlukan.
Diterangkan, untuk upah perbaikan tidak mengalami perubahan, hampir sama saat kondisi normal. Upah menyesuaikan tingkat kerusakan. Sementara untuk penyelesaian, dapat memakan waktu hingga dua bulan untuk rusak berat.
Jumadi, penyedia jasa perbaikan perahu lain menyebut ia memiliki spesifikasi pembuatan perahu jenis kasko. Perahu milik nelayan yang mengalami kerusakan berat diperbaiki dari awal dengan menggunakan papan baru. Perbaikan perahu yang dihantam tsunami dengan ukuran 8 meter membutuhkan sebanyak satu kubik kayu. Satu kubik kayu disebutnya berisi sebanyak 29 lembar papan kayu damar dengan ketebalan 3 cm, lebar 25 cm panjang 460 cm. Harga perkubik kayu damar disebutnya mencapai Rp4juta.
“Pemilik perahu umumnya sudah menyediakan kebutuhan untuk perbaikan atau pembuatan perahu baru, saya hanya menyediakan tenaga dan keahlian,” beber Jumadi.

Selain di dermaga Bom Kalianda sejumlah jasa perbaikan perahu serta kapal tangkap ikan juga mulai beroperasi di Rajabasa dan Bakauheni.
Di Bakauheni, sejumlah penyedia jasa perbaikan perahu mulai melakukan perbaikan pada bagian mesin yang rusak.
Imron salah satu penyedia jasa reparasi menyebutkan, mesin yang rusak dibongkar untuk diganti beberapa bagian onderdil serta proses perbaikan pada badan perahu bagan congkel.
“Mesin perahu yang digunakan kerap harus dibongkar untuk meningkatkan performa sehingga bisa digunakan lagi untuk menangkap ikan,” terang Imron.
Sebagian pemilik perahu disebutnya kerap harus mengeluarkan biaya jutaan rupiah untuk perbaikan. Sebagai sarana usaha ia menyebut saat perahu bisa digunakan untuk melaut ia memastikan hasil tangkapan ikan yang dijual bisa dipergunakan untuk menutup biaya perbaikan.