Tutut Soeharto Ajak Nelayan Tingkatkan Nilai Jual Kulit Ikan

Editor: Koko Triarko

SEMARANG – Untuk memajukan kesejahteraan warga kampung nelayan Tambak Lorok, Semarang, Jawa Tengah, Partai Berkarya menawarkan program penyamakan kulit ikan untuk dibuat kerajinan tangan bernilai tinggi.

Dalam dialog interaktif dengan warga dan nelayan, putri Presdien Soeharto, Siti Hardijanti Rukmana bertanya tentang hasil ikan. “Hasil tangkap ikan bagus, nggak? Bagaimana pemasarannya, juga limbahnya dibuang ke mana?,” tanyanya.

Kompak, para nelayan yang duduk di tenda menjawab sambil berteriak kencang. “Hasilnya bagus, Bu. Pemasarannya, juga”.

Mendengar jawaban itu, Putri Cendana yang karib disapa Tutut Soeharto pun mengucap syukur. Namun ia kembali bertanya, bagaimana kegiatan ibu-ibunya di saat suaminya melaut. “Ibu-ibunya, apakah kerja di tambak?,” tanya putri sulung Presiden Soeharto ini.

Siti Hardijanti Rukmana (Tutut Soeharto) berdialog dengan Sarofah, warga kampung nelayan Tambak Lorok, Semarang, Jawa Tengah, Senin (4/3/2019). -Foto: Ist.

Sarofah, seorang warga Tambak Lorok, mengatakan, kalau ibu-ibunya ada yang bekerja di pelabuhan, sedangkan anak mudanya kerja di garmen. Ada pun anak laki-laki menjadi nelayan.

“Nah, kalau saya ini bakul bakso (pedagang bakso),” ujarnya.

Tutut Soeharto mengatakan, kedatangan dirinya bersama rombongan ke Tambak Lorok, untuk membantu masyarakat meningkatkan kesejahteraan.

Pada kesempatan itu, Tutut Soeharto memperkenalkan ahli peternakan dan pertanian lulusan IPB, yaitu, Sri Wahyuni yang merupakan Pengelola Saung Berkarya.

“Ibu Sri ini bisa bantu kasih ibu-ibu pekerjaan yang ringan, tapi bermanfaat bagi masyarakat Tambak Lorok, dan lingkungannya. Yaitu, kerajinan dari kulit ikan,” ujarnya.

Menurut Tutut Soeharto, asisten Ibu Sri akan melatih para nelayan, untuk membuat kerajinan dari kulit ikan. Nanti hasil kerajinan tersebut dikumpulkan dari nelayan oleh Ibu Sri.

“Jadi, jangan takut pemasarannya ke mana. Nanti dikasih pengetahuan dan pelatihan warga di sini, agar semua bisa. Kulit ikan dibikin terasi, memang enak. Tapi harganya, murah. Kulit ikan bisa diproses untuk membuat sepatu dan tas. Jadi, nanti mahal harganya,” kata Tutut Soeharto sambil memegang contoh kulit ikan yang bisa dibuat kerajinan tangan.

Sri Wahyuni mengatakan, dirinya bersama Caleg Jawa Tengah Partai Berkarya, Anissa Tri Hapsari dan lainnya, akan memberikan pelatihan keterampilan penyamakan ikan bernilai tinggi.

“Kulit ikan kan kalau dibuat terasi atau kerupuk, harganya murah. Jadi, kalau dagingnya dibuat bakso ikan, kulit ikannya nanti disamakan atau penyamakan kulit ikan, seperti kulit sapi dan kulit domba,” jelasnya.

Ke depan, tambah dia, di Tambak Lorok akan ada pemprosesan pengolahan ikan dan industri pengolahan ikan. Sehingga semuanya sudah dipilah-pilah, ikan yang bagus bisa diekspor. Ikan yang kurang bagus bisa dijadikan pengolahan sendiri. Dan, nantinya kulit ikan ini dijadikan industri rumah tangga.

“Dari kerang sudah ada perajin. Di Tambak Lorok, nanti ada perajin kulit ikan yang bisa dijadikan, tas, sabuk, sepatu dan lainnya. Produknya bisa diekspor,” ujar Sri.

Lihat juga...