Titiek Soeharto Hadiri Nikah Massal di TMII

Editor: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto menghadiri Kondangan Akad Nikah Massal di pelataran Museum Purna Bhakti Pertiwi Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Minggu (24/3/2019), sore.

Kedatangan Putri Presiden Kedua RI, Jenderal Besar HM Soeharto ini disambut antusias peserta nikah massal juga masyarakat yang hadir.

Putri Cendana ini menyaksikan pernikahan kedua pasangan pengantin. Yakni Umar dan Febi Kurniasih, serta Danang dan Siti Syifa. Keduanya dinikahkan oleh penghulu dari kantor KUA Kecamatan Kampung Makassar, Jakarta Timur. Ada pun saksi nikahnya adalah Fadli Zon.

Titiek Soeharto menyematkan kalungan bunga kepada pasangan pengantin Siti Syifa dan Danang. Pasangan dinilai begitu lancar membacakah ijab kabul di hadapan penghulu dan saksi.

“Selamat ya, semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawadah dan warrahmah,” ucap Titiek Soeharto.

Ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya ini juga berswafoto dengan kedua pasangan pengantin tersebut.

Siti Syifa mengaku senang pernikahannya dengan Danang, pujaan hatinya, bisa dihadiri oleh Titiek Soeharto, yang sangat diidolakan.

Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto mengalungkan bunga pada pengantin di acara nikah massal di pelataran Museum Purna Bhakti Pertiwi TMII, Jakarta, Minggu (24/3/2019). Foto: Sri Sugiarti

“Alhamdulillah doa saya terkabul bisa nikah dengan Danang. Saya dari keluarga nggak punya, alhamdulillah Allah SWT, memudahkan jalannya,” kata Siti Syifa kepada Cendana News, ditemui usai menikah.

Bahkan ia merasa bangga dan bahagia telah dikalungi untaian bunga melati oleh Putri Cendana sebagai ungkapan selamat.

“Alhamdulillah Ibu Titiek menyaksikan pernikahan saya, didoakan oleh Beliau. Saya senang banget, ini bukan mimpi karena Ibu Titiek ada di hadapan saya. Beliau mengalungi saya bunga, menyapa dengan ramah. Semoga Beliau selalu sehat,” kata Siti terlihat matanya berlinang.

Wakil Ketua Umum Deklarasi Akal Sehat Relawan Prabowo-Sandi, Siti Rafika Hardiansari mengatakan, nikah massal ini diikuti oleh 120 pasangan untuk nikah baru dan isbat.

Dia berharap pihaknya bisa membantu agar pasangan yang telah menikah menjadi keluarga yang harmonis. “Nikah massal ini bertujuan memberikan kebahagiaan buat masyarakat kurang mampu,” ujar Fika demikian panggilan Siti Rafika Hardiansari.

Maka kata Fika, untuk memberikan kebahagiaan itu, bertepatan dengan Deklarasi Akal Sehat Relawan Prabowo-Sandi, digelar nikah massal. “Insya Allah diberikan keberkahan oleh Allah SWT. Ada pun kebanggaan lainnya, nikah massal ini dihadiri Bunda Titiek Soeharto. Terima kasih Bunda Titiek,” tandasnya.

Lalu digelar di TMII, jelas dia, karena wahana edukasi dalam balutan sejarah budaya bangsa. Sebuah miniatur Indonesia yang diprakarsai oleh Ibu Negara, Ibu Tien Soeharto.

“TMII ini sangat bersejarah dalam melestarikan ragam budaya yang diprakarsai ide cemerlang Ibu Tien. Peserta nikah massal ini kan dari ragam suku dan adat. Dalam keragaman kita menyatu memberikan kebahagian untuk mereka,” ujarnya.

Fadli Zon menambahkan, masalah ekonomi masih kendala besar untuk masyarakat kurang mampu bisa menikah. Mengingat biaya menikah yang kian mahal.

“Alhamdulillah saya jadi saksi nikah massal ini. Semoga memberi keberkahan bagi mereka,” ujarnya.

Dia mengatakan, kemajemukan dan keragaman budaya hanya bisa menjadi kekuatan di negeri ini jika berada di tangan pemimpin yang paham sejarah bangsanya.

“Pemimpin yang kuat dan mengerti Indonesia akan bisa menjaga bangsanya dan menyejahterakan rakyatnya,” ujarnya.

Namun lanjut dia, jika berada di tangan pemimpin yang lemah, tidak mengerti sejarah, maka Indonesia akan seperti sekarang ini, dimana kemajemukan dan keragaman menjadi ancaman.

Dan menurutnya, itulah yang terjadi sekarang ini. “Padahal kita sudah selesai 91 tahun lalu dengan adanya sumpah pemuda. Semua keragaman berkumpul dalam sumpah pemuda sejak 91 tahun lalu. Tapi karena kurang tahu banyak, tabu sejarah, seolah-olah kemajemukan adalah ancaman,” pungkasnya.

Lihat juga...