Tiap Tahun, Kaltim Berupaya Tambah Lahan Pertanian

Editor: Koko Triarko

Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura, H Ibrahim -Foto: Ferry Cahyanti

BALIKPAPAN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, setiap tahun berupaya menambah lahan pertanian yang potensial, guna mencapai swasembada beras. Upaya ini juga didukung oleh penerapan teknologi pertanian dan semangat para petani.

Dengan penambahan lahan potensial untuk pertanian tersebut, Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) optimis swasembada beras akan tercapai pada beberapa tahun mendatang.

“Bukan saja pembukaan lahan sawah. Tetapi, sejak dua tahun terakhir ini juga dikembangkan padi ladang. Kalau pada ladang memang masa tanamnya memakan waktu enam bulan, berbeda dengan padi sawah,” jelas Kepala DPTPH Kaltim, H Ibrahim, Senin, (11/3/2019).

Tidak hanya membuka percetakan padi sawah, namun juga mengembangkan padi ladang di pedesaan dan pedalaman. Menurutnya, pengembangan pertanian padi difokuskan membangun sentra pertanian di beberapa kabupaten, guna percepatan peningkatan hasil produksi dan produktivitas padi sawah di Kaltim.

“Sentra pertanian dikembangkan di wilayah Berau, Kutai Timur, Paser dan Penajam Paser Utara,  Kutai Kartanegara,” sebut Ibrahim.

Sedangkan pengembangan padi ladang ada di Kabupaten Kutai Barat dan Kabupaten Mahakam Ulu.

“Dengan berbagai program yang dilaksanakan, kita harapkan meningkatkan  produksi padi, sehingga mewujudkan swasembada beras,” tandasnya.

Ibrahim menegaskan, pembangunan sektor pertanian harus terus dipacu dan dibenahi, karena tantangan dan tuntutan yang dihadapi masa mendatang semakin berat.

Untuk itu, Dinas PTPH terus meningkatkan sumberdaya manusia (SDM) pemuda petani, dengan memberikan berbagai pelatihan dan keterampilan.

“Kami juga mulai melaksanakan program upsus (upaya khusus) pengembangan padi, jagung dan kedelai. Jadi tidak hanya fokus dalam peningkatan produsi padi, tetapi komoditas lainnya, khususnya untuk kebutuhan pangan,” imbuhnya.

Sementara itu, Pemerintah Kota Balikpapan pada tahun ini menargetkan 100 hektare lahan ditanami padi. Target tersebut bertambah dari tahun sebelumnya. Ada pun realisasi dari target pada tahun lalu mencapai 70 persen, atau 62 hektare dengan jumlah produksi 368 ton.

Kepala Bidang Pangan, Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan Balikpapan, Heria Prisni, mengungkapkan, potensi tanam untuk padi cukup potensial. Hanya saja terkendala pengadaan air untuk tanam, yang membuat potensi itu berkurang, kendati area lahan diakuinya tidak seluas daerah lain.

“Misal, di Balikpapan Utara itu potensinya ada 25 hektare, tapi yang bisa ditanami hanya 9 hektare, ya karena itu tadi, kesulitan air, dan minat tanam padi yang kurang,” tambah Heria Prisni.

Lihat juga...