Pencanangan Integrasi Data Keluarga Satu Pintu, Anies Apresiasi Kader PKK
Editor: Satmoko Budi Santoso
JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengapresiasi peran para kader PKK yang terkonsentrasi pada kader Dasawisma, atas peran besarnya dalam proses Integrasi Data Keluarga Satu Pintu di Jakarta.
Hal tersebut dia sampaikan saat membuka Pencanangan Proses Integrasi Data Keluarga Satu Pintu dan Sinkronisasi Pelayanan Kesejahteraan Keluarga serta Pembukaan Rakerda Dinas PPAPP Provinsi DKI Jakarta yang melibatkan langsung seluruh kader PKK se-Jakarta di Balai Agung, Balaikota Jakarta, Kamis (28/3/2019).
“Siapa yang paling menjangkau masyarakat? Adalah ibu-ibu yang ada di lingkungannya, yakni kader Dasawisma PKK. Untuk itu, saya sampaikan apresiasi atas kerja kerasnya dalam proses pendataan (Integrasi Data Keluarga Satu Pintu) yang pertama kali dilaksanakan di Indonesia,” ujar Anies di Balai Agung, Balai Kota DKI, Jakarta Pusat.
Anies menjelaskan, ada 70.902 kader Dasawisma PKK di wilayah DKI Jakarta yang telah berperan untuk mendata, menggerakkan, dan menyampaikan informasi kebijakan pemerintah. Kader Dasawisma juga mendata individu, keluarga, dan hunian yang nantinya terangkum dalam bank data Jakarta Satu.
Data tersebut lantas menjadi rujukan Pemprov DKI Jakarta dalam mengambil kebijakan, sehingga masalah teridentifikasi dan dapat mengambil kebijakan secara tepat.
“Kita di Pemprov DKI Jakarta akan memiliki kekayaan informasi yang sangat praktis, berdasarkan kondisi di lapangan. Sehingga, kita tahu persis apa yang kurang dan kita bisa menyusun program dengan benar sesuai kondisi lapangan,” katanya.
Anies berpesan, dalam rangka meningkatkan sinkronisasi pelayanan Kesejahteraan Keluarga Satu Pintu, PKK perlu menguatkan Pusat Pelayanan Kesejahteraan Keluarga Satu Pintu (PPKKSP) di RPTRA, Rusun (Rumah Susun) dan lokasi-lokasi kumuh.
“Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (SIM PKK) harus dilakukan secara berkelanjutan, karena memiliki fungsi dalam menyiapkan data individu, keluarga dan data lingkungan yang up to date serta mudah diakses oleh seluruh pihak,” ungkapnya.
Anies juga mengimbau para jajaran SKPD Pemprov DKI Jakarta memperlakukan kader Dasawisma sebagaimana partner atau rekan dalam menentukan kebijakan dan pembangunan yang nantinya dilaksanakan di setiap wilayah.
“Saya minta teman-teman di SKPD memanfaatkan data dari para kader Dasawisma ini secara optimal. Perlakukan mereka seperti partner dalam bekerja karena nantinya Pemprov DKI akan bisa mengukur perubahan kondisi keluarga Jakarta secara tepat,” tandasnya.
Namun, orang nomor satu di Ibu Kota Jakarta ini mengatakan, menjelang Pilpres 2019, PKK ini tidak dilakukan usai pesta demokrasi lima tahunan selesai.
“Kalau sekarang ibu-ibu PKK tidak bekerja dulu, kita liburkan sampai pilpres 2019 selesai. Kita nggak mau nanti jadi ramai,” imbuhnya.
Dia meminta kepada RT, RW dan warga sekitar untuk membantu ibu-ibu PKK dalam mengumpulkan atau menginput data keluarga satu pintu.
Diberitahukan kegiatan ini melibatkan seluruh kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) se-Jakarta.