Pascatsunami, Penanaman Pohon di Pesisir Pantai Rajabasa Digalakkan
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
LAMPUNG — Upaya memulihkan kondisi lingkungan pesisir pantai pascatsunami, berbagai elemen masyarakat di Lampung Selatan menggalakkan penanaman pohon. Kegiatan tersebut dilakukan secara swadaya dan tercipta dari kesadaran masyarakat.
Halim, ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kunjir, Kecamatan Rajabasa menyebutkan, sejak awal Februari 2019 sebagian kawasan pesisir pantai yang diterjang tsunami ditetapkan sebagai kawasan ruang terbuka hijau.
“Pemerintah melalui BNPB dan Pemda Lamsel telah mengawali upaya memulihkan kondisi lingkungan pantai dengan penanaman sejumlah pohon konservasi. Selanjutnya diteruskan oleh unsur masyarakat dalam upaya penghijauan,” terang Halim kepada Cendana News, Rabu (6/3/2019).
Disebutkan juga, untuk masyarakat yang memilih bertahan di sekitar 20 meter dari bibir pantai juga mendapatkan sosialisasi sekaligus pemberian bantuan bibit. Hal tersebut untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya memelihara pohon.
“Fungsi pohon di pesisir pantai terbukti dengan banyaknya rumah tetap aman meski ada terjangan tsunami,” papar Halim.
Halim menambahkan sejumlah unsur ikut membantu pemulihan kondisi lingkungan di pesisir pantai. Di antaranya dari mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Gajah Mada (KKN-UGM) pada pekan kedua bulan Februari. Dalam program “semilir pesisir Kunjir” ditanam pohon di sepanjang pantai dengan jumlah tanaman sekitar 340 bibit.
“Sejumlah tanaman yang ditanam meliputi pohon ketapang kencana, cemara, kelapa, trembesi,” tambahnya.
Selain mahasiswa, sebanyak 200 pohon kelapa jenis kopyor juga telah ditanam oleh karyawan PT. Bukit Asam (PTBA) Tbk, Unit Pelabuhan Tarahan. Penanaman selain sebagai upaya konservasi juga memiliki nilai ekonomi.
“Sejumlah pohon yang ditanam pada kawasan pesisir pantai Kunjir dan Way Muli sengaja dipilih yang memiliki manfaat menjaga abrasi pantai sekaligus memiliki nilai ekonomi,” beber Halim.
Terbaru, dukungan upaya konservasi lingkungan disebut Halim dilakukan dalam kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) United Tractors Group. Pada awal Maret, penanaman ratusan pohon dilakukan di sepanjang Desa Kunjir.
Upaya menjaga lingkungan pantai juga didukung oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Lampung Selatan. Selain penanaman pohon, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Lamsel, Yuda Sukmarina, menyebut menghidupkan kawasan wisata pantai berkonsep eko wisata telah disosialisasikan kepada masyarakat pesisir.

Pelibatan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) telah dilakukan dengan dukungan pemberian alat kebersihan. Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi aktivitas membuang sampah di laut dan menjaga kebersihan lingkungan pantai.
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Lamsel, sebut Yuda Sukmarina, juga mendorong upaya penanaman pohon mangrove di kawasan pantai. Selain sebagai cara konservasi juga berpotensi dijadikan kawasan wisata.
“Selain memiliki manfaat ekologis bagi sektor pariwisata masyarakat bisa mendapatkan keuntungan secara ekonomis untuk bangkit usai tsunami di wilayah Lamsel,” pungkasnya.