Mendikbud Menyebut, SMK Harus Berbasis Wirausaha
JAKARTA – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, mengatakan, Sekolah Menengah Kejuruan di Indonesia harus berbasis wirausaha.
“Karena ada beberapa program usaha yang sangat elastis dan tidak terpengaruh dunia usaha dan dunia industri, contohnya perhotelan, pariwisata maupun ekonomi kreatif,” ujar Mendikbud usai membuka pameran karya SMK di Jakarta, Kamis (21/3/2019).
Muhadjir optimistis, SMK di Tanah Air bisa menjalankan wirausaha dengan baik. Wirausaha harus diciptakan dan menjadi atmosfer. “Misalnya kalau di sekolah ada acara, maka anak-anak dilibatkan. Begitu ketika pemerintah daerah ada acara, maka harus melibatkan SMK untuk penyediaan makanan,” kata Mendikbud.
Dalam pameran tersebut, Mendikbud mengatakan, siswa harus berani mengambil risiko, seperti berhutang, asalkan digunakan untuk usaha bukan untuk konsumsi pribadi. Ada lembaga keuangan yang bisa membantu berwirausaha dengan memberi pinjaman kepada siswa yang ingin berwirausaha.
Pemerintah menargetkan, akan merevitalisasi 2.500 SMK. Namun difokuskan ke beberapa sekolah, dan hasilnya mengalami perubahan yang signifikan. “Dananya sekitar Rp1 miliar sampai Rp10 miliar, tergantung prodi dan tingkat kesulitan yang perlu direvitalisasi,” pungkasnya. (Ant)